Kematian Deasy Tuwo Masih Misteri: Polisi Buru WN Jepang Pemilik Buaya

Kematian Deasy Tuwo (44), Kepala Laboratorium Perusahaan Pembibitan Mutiara di Desa Ranowangko,

Kematian Deasy Tuwo Masih Misteri: Polisi Buru WN Jepang Pemilik Buaya
ISTIMEWA
Tim BKSDA Sulut dibantu warga dan TNI mengevakuasi buaya dari kolam peliharaannya di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Minahasa, Senin (14/1/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON – Kematian Deasy Tuwo (44), Kepala Laboratorium Perusahaan Pembibitan Mutiara di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, masih misteri.

Hingga Rabu (16/1/2019), pihak kepolisian masih menunggu hasil outopsi jenazah Deasy, korban tewas yang ditemukan di kolam buaya bernama Merry pada Jumat (11/1/2019).

Kasubag Humas Polres Tomohon, Ipda Johny Kreysen mengatakan, pihaknya belum terima hasil autopsi terhadap korban. "Saat ini kami belum dapat hasil autopsi, masih lakukan pengembangan untuk kasus ini," kata Kreysen.
Ia menambahkan, pihaknya lakukan pengembangan dan terus kejar pemilik buaya.

"Ada tim mengarah ke Ternate, diduga WN Jepang itu ada di Ternate. Bantu kami juga pihak polisi untuk mengungkap kasus ini," katanya.

Buaya besar yang menerkam Deysi Tuwo.
Buaya besar yang menerkam Deysi Tuwo. (Tribun Manado)

Apakah dibunuh atau tidak, pihaknya masih lakukan pengembangan kematian Deasy. "Polres Tomohon dibantu oleh Polda Sulut untuk ungkap kasus ini," pungkasnya.

Polda Sulut menegaskan, terkait kasus buaya memangsa manusia, penyidik tidak boleh berasumsi. "Kita kerja sesuai fakta yang ditemukan dan teknis penyidikan tidak bisa diekspose karena merupakan informasi yang dikecualikan," kata Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Sulut, Rabu kemarin.

Dalam kasus yang ditangani oleh Polres Tomohon, akan disampaikan progres dan perkembangannya kepada publik maupun media massa. Ia menyayangkan pemberitaan terkait kasus tersebut yang memuat diduga kematian korban karena dibunuh.

Kata Tompo, hal itu membuat proses penyidikan terhambat, dimana apabila dan seandainya ada tersangka maka akan melarikan diri dan penyidikan tidak bisa tuntas. (crz/fer)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved