Terkait Buaya Mangsa Deysi Tuwo, Tompo: Penyidik Tidak Boleh Berasumsi

Polda Sulut menegaskan, terkait kasus buaya memangsa manusia di Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, penyidik tidak boleh berasumsi.

Terkait Buaya Mangsa Deysi Tuwo, Tompo: Penyidik Tidak Boleh Berasumsi
Tribun manado / Christian Wayongkere
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan, terkait kasus buaya memangsa manusia di Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, penyidik tidak boleh berasumsi.

"Kita kerja sesuai fakta yang ditemukan dan teknis penyidikan tidak bisa diekspose, karena merupakan informasi yang dikecualikan," kata Kombes Pol Ibrahim Tompo Kabid Humas Polda Sulut, Rabu (16/1/2019).

Dalam kasus yang ditangani oleh Polres Tomohon, akan disampaikan progres dan perkembangannya kepada publik maupun media masa.

Dirinya menyayangkan pemberitaan di media terkait kasus tersebut yang memuat diduga kematian korban karena dibunuh.

Baca: Polisi Kejar Mr Ochiai, Pemilik Buaya Pemangsa Deysi Tuwo ke Ternate

Baca: Update Buaya Makan Manusia di Minahasa - Polda Sulut Bicara Tersangka, WN Jepang Lari ke Ternate

Warga melihat kolam tempat buaya yang menerkam Deysi Tuwo di Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, Jumat (11/1/2019).
Warga melihat kolam tempat buaya yang menerkam Deysi Tuwo di Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, Jumat (11/1/2019). (Tribun Manado)

Kata Tompo hal itu membuat proses penyidikan terhambat, dimana apabila dan seandainya ada tersangka, maka akan melarikan diri dan penyidikan tidak bisa tuntas.

Seperti diberitakan tribunmanado.co.id, Warga Desa Ranowangko, jaga 7 lokasi perusahaan pembibitan mutiara, Kecamatan Tombariri dihebohkan dengan seorang wanita bernama dimakan seekor buaya, Jumat (11/1/2019).

Buaya berukuran 5 meter ini melahap hidup-hidup korban yang diketahui bernama Deasy Tuwo (44), yang merupakan karyawan perusahaan mutiara.

Serda Arsyad duduk di atas leher buaya yang hendak dievakuasi, Senin (14/1/2019).
Serda Arsyad duduk di atas leher buaya yang hendak dievakuasi, Senin (14/1/2019). (ISTIMEWA)

Kapolres Tomohon, AKBP Raswin Sirait mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut.

"Kita masih lidik dan mengetahui apakah buaya tersebut memiliki surat ijin atau tidak," kata Sirait.

Ia menambahkan, jika tidak adanya surat izin, pemilik buaya ini akan ditahan. (crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved