Kisah Relawan Bencana, Doni Evakuasi Korban Banjir Padahal Rumahnya Kebanjiran

Doni memperingatkan warga, mengevakuasi warga, melaporkan kejadian hingga memberi trauma healing bagi para korban.Padahal rumahnya kebanjiran

Kisah Relawan Bencana, Doni Evakuasi Korban Banjir Padahal Rumahnya Kebanjiran
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Kisah Relawan Bencana 

TRIBUN MANADO.CO.ID, MANADO - Hujan deras mengguyur Manado sepanjang Selasa (15/1/2019), menyebabkan longsor pada puluhan rumah serta banjir di sejumlah lokasi. 

Namun suasana secara umum terkendali.  Bencana besar pada 15 Januari 2014 hanya jadi memori.  Tidak jadi kenyataan.

Hal itu tidak lepas dari peran pemerintah mulai dari Walikota, Wakil Walikota, SKPD, Camat, Pala, TNI, Polri dan lainnya.

Yang tidak kalah berjasa adalah para relawan.  Mereka bekerja tanpa lelah memperingatkan masyarakat, tanpa upah, kadang dibentak warga yang kecewa. Padahal mereka sendiri adalah korban.

Baca: Fakta-fakta Banjir & Longsor di Manado: Data Korban, Lokasi Bencana hingga Debit Air Nyaris Waspada

Seperti dialami Doni.  Relawan aksi cepat tanggap dari masyarakat relawan indonesia ini bergerak super lincah dalam bencana kemarin.  Ia memperingatkan warga, mengevakuasi warga, melaporkan kejadian hingga memberi trauma healing bagi para korban

Padahal rumahnya juga kebanjiran.  "Keluarga, saya ungsikan dulu, kemudian saya bergerak, " kata dia.

Longsor Nyaris Menutupi 1 Rumah di Tuminting Lingkungan 5
Longsor Nyaris Menutupi 1 Rumah di Tuminting Lingkungan 5 (ISTIMEWA)

Doni mengajak Tribunmanado.co.id keliling lokasi bencana di Ternate Tanjung.  Di sebuah tempat, ia bertemu seorang nenek yang mengumpatnya.

Baca: Air Meluap di Taas Setinggi Lutut Orang Dewasa, Solihin Terkenang Bencana 5 Tahun Lalu

"Ngoni potong akang dulu tu kalumpang di rumah pa kita, " kata dia.

Doni menenangkan si oma.  Ia mengkoordinir sejumlah warga untuk memotong pohon kalumpang si oma yamg terus saja cerewet.

Dia mengaku lelah.  Sejak kemarin, badannya menggigil, kepalanya pusing.  "Tapi membantu sesama adalah kebahagiaan yang tiada tara, " kata dia.

Baca: Hujan Deras Landa Sulut, Wagub Minta Masyarakat Waspada, Instruksikan Instansi Bencana Siap Siaga

Anak-anak bermain di genangan air setelah hujan mengguyur Manado selama beberapa jam, Selasa (15/1/2019).
Anak-anak bermain di genangan air setelah hujan mengguyur Manado selama beberapa jam, Selasa (15/1/2019). (Tribun Manado)

Seorang anggota Babinsa yang enggan disebut namanya basah kuyup.  Baju lorengnya terasa berat.
Dari tadi ia bantu mengevakuasi warga.  "Lengan saya sampai  kram angkat meja," kata dia

Tapi ia senang dapat membantu warga.  Ia terenyuh karena warga yang kena bencana masih repot menyeduh kopi untuknya.  "Bahkan bikin pisang goreng, padahal kondisi mereka sudah kepayahan, ini sungguh menyentuh saya," kata dia. (art)

Berita Populer: 10 Years Challenge, dari Presenter hingga Pemain MU Turut Meramaikan, Lihat Foto Lama Mereka

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved