Menilai Kelayakan Saham dalam Pengawasan: Jiwasraya Kurangi Saham

Aktivitas persadangan saham yang tak biasa alias unusual market activity (UMA) banyak terjadi di 2018.

Menilai Kelayakan Saham dalam Pengawasan: Jiwasraya Kurangi Saham
kontan
Ilustrasi saham 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Aktivitas persadangan saham yang tak biasa alias unusual market activity (UMA) banyak terjadi di sepanjang tahun 2018. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, ada 51 saham yang masuk daftar UMA pada 2018. Bahkan, tiga di antaranya masuk list UMA lebih dari sekali.

Tiga saham tersebut, yakni saham PT Arthavest Tbk (ARTA), PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Khusus ARTA dan TCPI, perdagangan sahamnya terkena suspensi lantaran terjadi peningkatan harga saham kumulatif yang signifikan.

Ike Widiawati, Kepala Riset Oso Sekuritas, menjelaskan, sebuah saham masuk kategori UMA jika kenaikan dan penurunan harganya tidak dibarengi dengan kondisi fundamental yang sesuai. Pergerakan saham tersebut berlangsung cepat dan dalam waktu singkat, bahkan hingga menyentuh auto reject atas.

Sebagai contoh, harga TCPI diperdagangkan pertama kali 4 Juli 2018 di harga Rp 138 per saham. Saham perusahaan angkutan laut ini pun melonjak hingga 65 kali lipat ke level Rp 8.925 per November 2018.

Sedangkan harga saham ARTA, dalam enam bulan terakhir melonjak hingga 604,30% ke level Rp 1.310 per saham. Dalam kurun waktu yang sama, harga saham PCAR melonjak 63,12% .

Sebenarnya, saham yang masuk dalam kategori UMA belum tentu bermasalah. Pergerakan sahamnya memang liar dengan volatilitas yang tinggi.

Tapi, "Investor masih bisa masuk dan keluar memanfaatkan volatilitas yang tinggi tersebut," kata Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada, Jumat (11/10). Yang jadi masalah ketika saham tersebut terkena suspensi.

Makanya, Reza mengingatkan investor agar lebih memperhatikan sisi fundamental dan teknikal perusahaan. “Biasanya kalau sudah masuk suspensi, begitu dibuka akan turun. Tapi kalau emitennya menyampaikan sentimen yang positif, harga saham kemungkinan bisa naik lagi,” ujarnya.

Ike menyarankan investor menghindari saham yang masuk UMA tapi belum melakukan klarifikasi, karena risikonya tinggi. Lain soal dengan beberapa kasus saham yang termakan euforia akibat isu aksi korporasi. Biasanya, setelah ada klarifikasi, harga sahamnya kembali stabil. Menurut Reza, kondisi itu tidak termasuk dalam UMA.

Saham yang masuk UMA di tahun 2018
Saham

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved