Bridge Sukses Masuk Sekolah, Ini kata Bert Polii

Bert Toar Polii,= dari Gabsi mengatakan di masa kepengurusan PB GABSI masa bakti 2002-2006 prestasi terbaik antara lain Bridge masuk sekolah

Bridge Sukses Masuk Sekolah, Ini kata Bert Polii
ISTIMEWA
Bert Polii, Satu di Antara Atlet Bridge 

Bridge Sukses Masuk Sekolah, Ini kata Bert Polii

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Pelatihan Bridge di Sulawesi Utara sudah merambah sekolah-sekolah. Chris Hombokau, satu di antara pelatih memberikan pelatihan di beberapa sekolah. Sekolah-sekolah itu bukan hanya di Manado. Di beberapa sekolah daerah Minahasa juga diadakan pelatihan.

Bert Toar Polii, dari Gabsi mengatakan di masa kepengurusan PB GABSI masa bakti 2002-2006 prestasi terbaik yang dicapai juga adalah suksesnya program Bridge Masuk Sekolah atau BMS. Kesuksesan ini membuat jumlah pemain bridge dikalangan usia muda meningkat sangat tajam. 

 "Ini di apresiasi oleh World Bridge Federation. Melalui Presiden World Bridge Federation saat itu, Jose Damiani berkali-kali memuji suksesnya BMS di Indonesia dalam pidatonya di berbagai kesempatan," katanya.

Baca: Tim Bridge Jabar Raih Emas di Nomor Ini

Selain itu, Miranda Goeltom (ketua Gabsi saat itu) juga sempat menggelar turnamen bridge tingkat internasional BI Cup yang menarik minat banyak pemain top dari luar negeri untuk datang bertanding. Dari sisi prestasi, tim nasional senior menjadi runner-up Senior Bowl di Portugal pada tahun 2005.

 "Memang di masa kepengurusan saat itu, prestasi bukan menjadi tujuan utama, tapi memasalkan olahraga bridge. Ini memang gaya kepemimpinan yang berbeda dengan umumnya Ketua Umum cabang olahraga," katanya.

Baca: Pasangan Atlet Bridge Sulut Peraih Perunggu Asian Games, Berlaga Hari Ini di Kategori Mixed Kejurnas

Biasanya kata dia semua Ketua Umum akan menomorsatukan prestasi, karena tanpa prestasi agak sulit untuk mencari sponsor. Memang di masa itu tim nasional dipilih berdasarkan seleksi kecuali tim nasional senior ketika sudah lolos dari Korea Selatan yang diganti pemainnya karena ingin meraih prestasi tingkat dunia. 

 "Ternyata keputusan itu tepat karena mereka bisa meraih runner-up di Portugal seperti yang diuraikan diatas.
Namun, menurut saya prestasi juga perlu dipikirkan karena Indonesia masih berpeluang meraih prestasi tingkat dunia," ujarnya.

Baca: Hasil Survei Cambridge: Guru Malaysia Paling Berdedikasi di Dunia

 Menurut mantan pelatih timnas bridge, Kryzstov Martens kata Bert ada dua nomor yang berpeluang meraih prestasi di tingkat dunia, yaitu Senior dan Mixed.

Sehingga mungkin saja katanya khusus untuk dua nomor ini ditangani secara khusus sedangkan nomor open dan ladies dipersiapkan melalui seleksi berjenjang.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved