Smart Woman

Smart Woman - Yuni Maharani dan Kunci Sukses Bekerja, ‘Selalu Jadi Diri Sendiri’

Selalu berusaha memberikan terbaik dengan menjadi diri sendiri, itulah kunci sukses Yuni Maharani atau akrab disapa Nonie

Smart Woman - Yuni Maharani dan Kunci Sukses Bekerja, ‘Selalu Jadi Diri Sendiri’
Tribun manado / Finneke Wolajan
Yuni Maharani 

Yuni Maharani dan Kunci Sukses di Pekerjaan, ‘Selalu Jadi Diri Sendiri’

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Selalu berusaha memberikan terbaik dengan menjadi diri sendiri, itulah kunci sukses Yuni Maharani atau akrab disapa Nonie. Berkarir selama 20 tahun di dunia perhotelan, saat ini Nonie menjabat sebagai Front Office Manager Sintesa Peninsula Hotel Manado.

“Jadi diri sendiri, tampil apa adanya. Saya selalu bekerja keras untuk mencapai posisi yang saya inginkan. Kalau berhasil bukan karena harus jadi orang lain,’ ujar wanita kelahiran Surabaya 29 Juni 1981 ini, saat berbincang akhir pekan lalu.

Sejak Nonie duduk di Sekolah Menengah Atas, ia sudah belajar perhotelan. Ia pun melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti Jakarta jurusan management perhotelan. Saat kuliah pun ia telah nyambi kerja di hotel. Latar belakang pendidikan perhotelan Nonie di Food and Beverage.

Tak heran, saat pertama masuk di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Nonie langsung menjabat Food and Beverage Manager. Saat itu Nonie satu-satunya wanita yang menjadi Food and Beverage Manager di Sulawesi. “Sebab posisi itu memang biasanya dijabat oleh laki-laki,” katanya.

Nonie sangat menikmati profesinya saat ini. Dunia perhotelan adalah dunia yang penuh dengan kesenangan, tak pernah membosankan baginya. Setiap hari Nonie selalu menemukan hal baru, tantangan baru. Apalagi setiap hari ia bertemu dengan klien yang berbeda-beda.

Yuni Maharani
Yuni Maharani (Tribun manado / Finneke Wolajan)


“Setiap hari selalu menarik. Bagaimana menangani keluhan tamu. Datang dari berbagai macam daerah, berbagai macam negara. Dan pasti karakteristik mereka berbeda-beda, sehingga harus pintar menyesuaikan diri,” ujarnya.

Selama dua puluh tahun berkarir di dunia perhotelan, Nonie telah merasakan asam garam profesinya. Pengalaman tak terlupakan pun selalu ia alami. Suatu waktu ia dan timnya rapat untuk menyediakan buket bunga raksasa yang terdiri dari mawar hidup. Ia dan tim pun mempersiapkan bunga atas permintaan klien.

“Dan malamnya, ternyata itu bunga buat saya,” ucapnya dengan wajah berbinar, kembali mengenang peristiwa tersebut. “Itu amazing,” ucapnya lagi.

Baca: Smart Woman - Friani Felicia Palandeng: Cintai Pekerjaan

Baca: Smart Woman - Regina Tampi: Tak Berhenti Belajar


Meski sudah di level pimpinan, namun bukan berarti Nonie tak mengerjakan hal-hal kecil, semisal membersihkan peralatan sisa makanan. Sebagai pimpinan Nonie bersikap harus memberi contoh pada bawahannya. Jangan asal menyuruh saja.

“Leading by example". Jadi pimpinan itu harus rendah hati, jangan bossy. Tetap juga merasakan bagaimana di maki-maki tamu, tamu tak mau dilayani saya karena perempuan. Itu sering dan sudah biasa,” kata Nonie yang berdarah Manado - Jawa ini.

Tanamkan Kejujuran Pada Anak

Nonie adalah ibu beranak satu. Buah hati semata wayangnya, Daniel Scott Lawson saat ini telah berumur 13 tahun. Karena harus menjalankan karirnya, Nonie harus tinggal terpisah dengan anaknya. Saat ini anaknya tinggal di Malang, Jawa Timur.

“Kalau anak saya liburan, sebisanya ketemu. Dia baru saja liburan di sini dari 15 Desember sampai 7 Januari. Atau saya yang ke sana. Sekarang kan kalau sekolah gak bisa seenaknya izin ya,” katanya.

Memang berat baginya untuk tinggal terpisah dengan anaknya, apalagi Nonie adalah single mom. Namun sebisanya, ketika ada waktu luang, Nonie terus berkomunikasi dengan anaknya. Teknologi saat ini memang memudahkan hubungan jarak jauh ini, kata Nonie.

Yuni Maharani
Yuni Maharani (Tribun manado / Finneke Wolajan)


Nonie pun membatasi anaknya untuk memegang gadget. Ini agar anaknya tak ketergantungan dengan itu. Nonie prihatin dengan anak-anak yang dibiarkan begitu saja memegang gadget. “Jadi saya kalau telepon atau video call, lewat tante saya dulu,” ujarnya.

Satu hal yang selalu Nonie tanamkan ke anaknya yakni kejujuran. Kejujuran bisa membawa siapa saja menuju kesuksesan. Orang bisa diterima di mana saja kalau dia jujur.

“Tak hanya pekerjaan, tapi semua lini kehidupan. Saya sangat mempercayai, apa yang kita lakukan, buruk atau baik, akan kembali ke kita juga. Apa yang kita lakukan, kalau tak jujur, pada akhirnya tak akan membawa berkat,” katanya. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved