Since Mengaku Dijambret di Lorong Gardu Paal 2, Kalung 16 Emas Gram Raib, Ini Kata Kapolsek Tikala

Since Mengaku Dijambret di Lorong Gardu Paal 2, Kalung 16 Emas Gram Raib, Ini Kata Kapolsek Tikala

Since Mengaku Dijambret di Lorong Gardu Paal 2, Kalung 16 Emas Gram Raib, Ini Kata Kapolsek Tikala
Tribun Manado / Alexander Pattyranie
Since Kawatu (56), mengaku jadi korban penjambretan di lorong gardu perbatasan antara Kelurahan Paal Dua dan Ranomuut, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (13/01/2019), kalung emas 16 gram raib 

Since Mengaku Dijambret di Lorong Gardu Paal 2, Kalung 16 Emas Gram Raib, Ini Kata Kapolsek Tikala

TRIBUNMANADO.CO.ID. MANADO - Seorang wanita paruh baya, Since Kawatu (56), jadi korban penjambretan di lorong gardu perbatasan antara Kelurahan Paal Dua dan Ranomuut, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (13/01/2019).

Mirisnya, wanita yang akrab disapa tante Sin ini baru saja pulang ibadah misa subuh dan hendak menuju ke rumahnya di Lingkungan I Paal Dua, Kecamatan Paal Dua pada pukul 09.00 Wita itu.

Saat disambangi Tribunmanado.co.id di kediamannya, tante Sin ini sedang melakukan aktivitasnya yakni berjualan buah di seputaran Pasar 45.

Dari keterangan kakak iparnya, Anna Terok (73), tante Sin sedang berjalan saat masuk lorong bertemu seseorang yang tak dikenal sedang mengendarai sepeda motor.

Baca: Akhir Tahun 2018, Tim Buser Cobra Polsek Maesa Bekuk Empat Penjambret Disertai dengan Kekerasan

Baca: Polisi Terus Mencari Pemilik Buaya yang Memangsa Deasy Tuwo, Mr Ochiai Belum Diketahui Keberadaanya

Baca: Camat Mapanget Kisahkan Tentang Perampokan di Rumahnya, Seorang Pelaku Bertato Burung di Lengan

Orang itu dari dalam lorong mendekati mendekati tante Sin lalu bertanya di mana lokasi kantor lurah.

"Spontan Sin yang tak curiga menunjuk ke arah alamat kantornya," kata oma Anna Terok sembari mempraktikkan gaya mengangkat tangan menunjuk suatu arah.

Saat menunjuk itu, lanjut oma Anna, orang itu langsung menarik kalung emas seberat 16 gram itu.

"Lehernya sampai merah dan kait pengingkat kalung jatuh ditinggalkan jambret yang langsung kabur dengan sepeda motornya," kata oma Anna.

Kepala Lingkungan I Paal Dua Meidy Kapantou saat ditemui Tribunmanado.co.id di rumahnya mengaku heran dengan kejadian itu.

"Tante Sin juga tak melapor ke saya. Lagipula di jam-jam seperti itu, lorong tersebut sangat ramai. Ada yang ke gereja dan ada yang pulang gereja," kata Pala Meidy.

Namun, kata dia, siang tadi sempat mendapatkan foto dari polisi yang bertugas di Polda Sulut yang persis dengan lorong gardu itu.

Kapolsek Tikala AKP Taufiq Arifin saat dihubungi tribunmanado.co.id mengaku tak ada warga yang melapor kalung emas dijambret.

"Silakan koordinasi dengan Polda Sulut," tegas dia. (Tribunmanado.co.id/Alexander Pattyranie)

Penulis: Alexander Pattyranie
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved