Berita di Manado

Mimpi Marlin, Penderita Tunanetra Agar Anaknya Sukses

Marlin Okin (48) seorang tunanetra yang setiap harinya jualan kacang dan tisu di pusat Kota Manado. Ia punya mimpi agar anaknya bisa sukses

Mimpi Marlin, Penderita Tunanetra Agar Anaknya Sukses
TRIBUN MANADO
Marlin Saat Bersama Anaknya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Marlin Okin (48) seorang tunanetra yang setiap harinya jualan kacang dan tisu di pusat Kota Manado. Dengan segala keterbatasannya, ia punya mimpi agar anak semata wayangnya bisa sukses.

Adalah Chris John Pare (11), siswa kelas 5 SD Inpress 01 Paniki Bawah. Setiap ia menemani ibunya keliling Jalan Boulevard hingga Pasar 45 untuk menjajakan jualannya.

Chris menuntun ibunya berjalan. Marlin memegang tongkat di tangan kanannya. Marlin bisa melihat namun penglihatannya buram. Sore di akhir pekan lalu, Marlin dan anaknya itu tampak menikmati sekantong plastik rambutan di Boulevard Manado.

Baca: Gran Puri Manado Berbagi Kasih Natal Bersama Petugas Kebersihan, Tuna Netra dan Juru Parkir

Keduanya mulai jualan pukul 1 siang, setiap hari. Biasanya kembali ke rumah pukul 10 malam. Suami Marlin juga adalah seorang tunanetra yang jualan kacang dan tisu. Suami Marlin berjalan bersama ponakannya.

Mereka berempat biasanya keluar rumah sama-sama, nanti turun di tempat biasanya mangkal. Suami Marlin biasanya jualan di daerah Pasar 45. "Kalau mau pulang, kami berkumpul di lorong Gunung Langit," kata Marlin.

Marlin sendiri bisa mendapat Rp 200 ribu sehari, tak beda jauh dengan suaminya. Jika ditotal penghasilan mereka bisa sampai Rp 400 ribu sehari. Menurut Marlin, uang ini untuk keperluan dan tabungan.

Baca: Polsek Wenang Serahkan Bantuan Kepada Warga Tuna Netra

"Tinggal di rumah saudara. Buat keperluan sehari-hari. Anak sekolah. Bisa juga buat menabung," ujarnya sambil melahap rambutan bersama anaknya.

Meski dalam keterbatasan, Marlin punya mimpi anaknya bisa sukses. Paling tidak melebihi kedua orangtuanya. Marlin bersyukur anaknya lahir normal, tak seperti dia dan suaminya yang cacat.

Baca: Penyandang Tuna Netra Tunggu Angpao di Klenteng Ban Hin Kiong

"Namanya Chris John, diapa tahu bisa jadi petinju sukses. Yang penting sukses, jadi polisi atau dokter. Tak seperti saya dan suami saya. Makanya saya selalu pesan dia agar sekolah baik-baik," ujarnya.

Sepulang sekolah, Chris John setiap hari langsung jualan dengan ibunya. Memang sulit membagi waktu dan tenaga, namun keadaan ini memaksa demi pundi-pundi rupiah. "Pokoknya ikut saja, saya tak malu," katanya.

Chris mengaku kacang dan tisu yang mereka jual sudah ada langganan yang biasanya mereka ambil. "Sudah ada yang biasanya kami beli. Ambil ke teman," ucapnya singkat. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved