Internasional

FBI Selidiki Dugaan Donald Trump Bekerja bagi Rusia

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) dilaporkan membuka penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump.

FBI Selidiki Dugaan Donald Trump Bekerja bagi Rusia
Timesofisrael.com
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) dilaporkan membuka penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump.

The New York Times via AFP memberitakan Sabtu (12/1/2019), investigasi itu digelar setelah diduga Trump bekerja bagi Rusia. Penyelidikan dugaan kriminal dan kontra-intelijen itu digelar setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey pada Mei 2017.

Operasi kontra-intelijen dilakukan untuk menentukan apakah Trump bekerja bagi Rusia secara sukarela atau tidak, dan menentukan apakah dia termasuk ancaman nasional. Sementara penyelidikan di bagian kriminal terjadi untuk melihat apakah terdapat unsur pelanggaran dalam pemecatan Comey.

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, tiba bersama istrinya, Ibu Negara Pertama AS Melania Trump untuk menghadiri upacara di Arc de Triomphe di Paris, Minggu (11/11/2018).
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, tiba bersama istrinya, Ibu Negara Pertama AS Melania Trump untuk menghadiri upacara di Arc de Triomphe di Paris, Minggu (11/11/2018). (AFP/Ludovic Marin)

Baca: Berjuluk Donald Trump, Jair Bolsonaro Dilantik sebagai Presiden Brazil

Penyelidikan itu digabung ke dalam tim yang dipimpin Robert Mueller, di mana dia menyelidiki dugaan intervensi Rusia di Pilpres AS 2016. The Times memberitakan, FBI sudah mencurigai Trump berhubungan dengan Kremlin sejak masa kampanye Pilpres 2016.

Namun, mereka memilih tak melakukan penyelidikan. Investigasi baru digelar setelah Comey dipecat karena dia menolak untuk bersumpah setia kepada Trump, dan membatalkan penyelidikan itu. Trump berulang kali mengkritik penyelidikan yang dilakukan oleh Mueller sebagai "perburuan penyihir", dan mengeluhkan sebagai noda di pemerintahannya.

Baca: Suku Bunga Naik, Donald Trump Disebut Bakal Pecat Gubernur The Fed

Meski berulang kali menyatakan penyelidikan itu tak berdasar bukti kuat, sejumlah orang dekat Trump mulai dari eks pengacara hingga manajer kampanye sudah mendapat hukuman. Salah satunya adalah Michael Cohen yang divonis tiga tahun penjara karena beberapa dakwaan.

Baca: Saat Iriana Jokowi Dekat dengan Presiden AS Donald Trump, Begini Reaksi Presiden Jokowi!

Termasuk pembayaran ilegal pada masa kampanye. Kemudian mantan ketua kampanye Paul Manafort bakal mengaku bersalah dalam dakwaan kejahatan finansial dan upaya memengaruhi saksi.

Adapun mantan Penasihat Nasional Gedung Putih Michael Flynn telah memberikan pengakuan bahwa dia berbohong soal hubungannya dengan Moskwa. Penyelidikan itu bakal terus terjadi setelah hakim memberikan perpanjangan kepada juri rahasia yang memimpin penyelidikan.(kompas.com)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved