Perampokan di GPI

Dua Rumah Tetangga Camat Mapanget Juga Kecurian saat Natal, Polisi Periksa CCTV Restoran Sekitar

Dua Rumah Tetangga Camat Mapanget Juga Kecurian saat Natal, Polisi Periksa CCTV Restoran Sekitar

Dua Rumah Tetangga Camat Mapanget Juga Kecurian saat Natal, Polisi Periksa CCTV Restoran Sekitar
Tribun manado/Arthur Rompis
Polisi melakukan penyelidikan di Rumah Camat Mapanget Rein Heydemans 

Dua Rumah Tetangga Camat Mapanget Juga Kecurian saat Natal, Polisi Periksa CCTV Restoran Sekitar

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Camat Mapanget Rein Heydemans menyatakan akan bertemu manajemen perumahan GPI pasca-peristiwa pencurian dan penyekapan di rumahnya.

"Saya akan tanya manajemen soal keamanan kompleks ini, " kata dia.

Sebut Rein, pencurian memang biasa terjadi di perumahan itu. Dua rumah tetangganya kecurian saat Natal tahun lalu. "Rumah depan saya juga pernah kecurian, " kata dia.

Sebut Rein, ia sempat akan memasang CCTV di rumahnya. Tapi belum sempat dilakukan, pencuri sudah keburu datang.

Dikatakan Rein, ada bukti CCTV milik satu restoran yang sudah diberikan ke polisi.

 Baca: Kapolresta Manado Koordinasi dengan Polda Sulut Terkait Perampokan di Rumah Camat Mapanget

Baca: 5 Fakta Perampokan Rumah Camat Mapanget di GPI, Berjumlah 4 Orang hingga Sekap Penghuni Rumah

Baca: Kapolresta Kombes Pol Benny Bawensel Turun Menyelidiki Perampokan di Rumah Camat Mapanget di GPI

Baca: Perampok di Rumah Camat Mapanget di GPI Pakai Penutup Wajah, Mengancam Pakai Parang

Baca: Perampok Beraksi di GPI, Rumah Camat Mapanget Dibobol, Uang Jutaan Rupiah dan sepeda Motor Diambil

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melakukan olah TKP di rumah Camat Mapanget dan Keluarga
Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melakukan olah TKP di rumah Camat Mapanget dan Keluarga (Tribun manado/Arthur Rompis)

Seperti diberitakan tribunmanado.co.id, peristiwa perampokan di Perumahan Griya Paniki Indah (GPI) tepatnya di rumah Camat Mapanget, Rein Heydemans, jalan Markisa, diduga dilakukan empa orang dengan membawa senjata tajam jenis parang.

Gereombolan perampok ini, sempat menodong seluruh penghuni rumah. Keempatnya mengenakan penutup wajah, membawa parang dan senter.

Deisy Emor, istri Camat Mapanget mengatakan, empat pencuri beraksi dengan mencungkel jendela kamar di depan rumah.

Perampok memaksa Camat sekeluarga untuk tidak ribut dan memaksa menyerahkan barang-barang berharga.

Menurut Emor belasan telepon seluler, uang tunai, sejumlah sepatu, perhiasan emas kurang lebih senilai Rp 30 juta hingga satu unit sepeda motor beat dibawa lari oleh perampok.

Istimewa FB / Susan Margaret Palilingan
Istimewa FB / Susan Margaret Palilingan (Istimewa)

Emor mengungkapkan perampok sempat membuka paksa mobil dinas suaminya, namun tidak ada barang yang diambil.

Ia memprediksi perampok bukan orang Manado dari dialeg mereka. Perampok ini beraksi kurang lebih dua jam kejadian berlangsung.

Sebelum perampok melarikan diri, seluruh penghuni rumah dikurung di tiga kamar sekaligus. Camat sekeluarga keluar dari kamar setelah memaksa membuka jendela kamar.

Perampok meninggalkan satu buah parang berwarna putih di depan jendela kamar. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved