Berbiaya Rp 190 Juta, Jalan Perkebunan Buyat Selatan Dianggap Asal Jadi

Pada musim hujan ini jalan selalu becek karena material yang dipakai bukan sirtu melainkan timbunan tanah biasa.

Berbiaya Rp 190 Juta, Jalan Perkebunan Buyat Selatan Dianggap Asal Jadi
Tribun Manado
Warga melintas dengan sepeda motor pada jalan perkebunan Totondokon, Desa Buyat Selatan, Bolmong Timur, yang baru dibangun dari proyek swadaya, Minggu (13/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Proyek swadaya pembangunan jalan usaha tani Desa Buyat Selatan dari Dinas Pertanian Bolaang Mongondow Timur dianggap asal jadi.

Amatan tribunmanado.co.id, Minggu (13/1/2019), di jalan perkebunan Totondokon, Desa Buyat Selatan, tersebut material timbunan tidak sesuai dengan perencanaan.

Harusnya material pasir batu (sirtu) dari gunung, namun kenyataannya tanah biasa serta ada beberapa meter belum selesai dikerjakan.

"Pembukaan jalan ini sudah baik, namun pekerjaannya yang asal jadi," ujar Ruli Potabuga, petani di perkebunan Totondokon.

Kata dia, pembukaan jalan ini sangat membantu masyarakat, namun kualitasnya tidak sesuai. Pada musim hujan ini jalan selalu becek karena material yang dipakai bukan sirtu melainkan timbunan tanah biasa.

Konstan Mananeke, Ketua Kelompok Imanuel 04 sebagai pelaksana kegiatan swadaya masyarakat, mengatakan, anggaran proyek pembangunan jalan tersebut sebesar Rp 190 juta, dengan panjang 1.000 meter.

Baca: Jalan Perkebunan Jadi Prioritas di Bolsel, Ini Komentar Kadis PUPR

Baca: Delapan Kelurahan di Bitung Dapat Program Rumah Swadaya

Baca: Warga Duga Dana Desa Dimainkan Sangadi, Adnan Minta Pemerintah Bolmong Turun Cek Jalan Perkebunan

Baca: Seorang Pengendara Tertimpa Longsor di Jalan Desa Badaro Boltim

Baca: Pemkab Mitra Genjot Pembangunan Akses Jalan Perkebunan

"Memang baru 902 meter selesai, sisanya buka jalan baru. Nanti kalau ada anggaran akan diteruskan," ujar Konstan.

Menurut dia, tim PHO dari Dinas Pertanian sudah datang memeriksa. Hasilnya, proyek swadaya masyarakat khusus jalan perkebunan tersebut dianggap selesai.

Kata dia, pembukaan jalan itu sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian serta distribusi hasil perkebunan.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pertanian Zulkifly Lahai mengatakan akan mengecek ke lokasi jika memang ada pekerjaan belum selesai.

"Setahu saya sudah diperiksa tim PHO. Jika memang ada keluhan masyarakat, kami akan kembali cek," ujar Zulkifly.

Ia menambahkan, pencairan dana proyek khusus swadaya dilakukan jika pekerjaan sudah 75 persen. (*)

Penulis: Vendi Lera
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved