Buaya Terkam Manusia

Buaya Mangsa Warga Tombariri, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Kasus tersebut tengah ditangani Polsek Tombariri dan dibantu atau di-backup oleh Polres Tomohon.

Buaya Mangsa Warga Tombariri, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Tribun Manado
Warga melihat kolam tempat buaya yang menerkam Deysi Tuwo di Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus buaya menerkan manusia di Tombariri, Minahasa, terus menjadi buah bibir masyarakat dan wargnet.

Kasus itu heboh mulai Jumat (11/1/2019).

Menurut Kapolda Sulawesi Utara Irjen Sigid Tri Hardjanto, kasus tersebut tengah ditangani Polsek Tombariri dan dibantu atau di-backup oleh Polres Tomohon.

"Polisi sedang dalami sebab kematian dan pemeriksaan saksi terkait kejadian itu," kata Kapolda melalui Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo kepada Tribun Manado, Sabtu (12/1/2019).

Peristiwa tersebut merenggut nyawa seorang perempuan yang diketahui bernama Deasy Tuwo.

Garis polisi dipasang mengelilingi kolam tempat buaya di Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, namun warga yang penasaran tetap memasuki kawasan itu.
Garis polisi dipasang mengelilingi kolam tempat buaya di Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, namun warga yang penasaran tetap memasuki kawasan itu. (Tribun Manado)

Baca: Penjaga TKP Buaya Terkam Manusia Persiapkan Diri dengan Senapan Angin

Baca: BKSDA Sulut Tunda Evakuasi Buaya Terkam Deasy

Baca: Video dan Foto Buaya Peliharaan WN Jepang Menerkam Wanita di Ranowangko, Tubuh Korban Tercabik-cabik

Dia bekerja sebagai kepala laboratorium pembibitan mutiara milik warga Jepang di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri.

Kata Tompo, pihak yang berwajib sudah melakukan autopsi terhadap korban dan hasilnya masih ditunggu.

"Polisi belum bisa mengambil kesimpulan, nanti akan kita kembangkan sesuai fakta dan petunjuk yang ditemukan penyidik," kata Kabid Humas.

Sehari sebelumnya, Jumat (11/1/2019), saat mendengar kabar tersebut dari awak media, Kapolda Sigid sempat kaget.

"Wah, di mana? Di mana itu, kapan kejadiannya? Ccoba saya teliti dulu, perintahkan jajaran saya untuk meneliti informasi tersebut karena saya belum tahu itu," kata Kapolda didamping Kabid Humas Kombes Ibrahim Tompo seusai melakukan lawatan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, Jalan Diponegoro, Wenang, Manado.

Deasy Tuwo (44) korban yang diterkam buaya di Ranowangko, Minahasa pada Jumat (11/1/2019)
Deasy Tuwo (44) korban yang diterkam buaya di Ranowangko, Minahasa pada Jumat (11/1/2019) (Facebook Arianto Lolowang)

Baca: Kapolda Sulut Terkejut Mendengar Ada Warga Ranowangko Tewas Dimangsa Buaya

Baca: 7 Fakta terkait Buaya yang Terkam Deasy Tuwo: Namanya, Usia 20 Tahun hingga Milik WN Jepang

Baca: Pala Noldy: Buaya yang Terkam Deasy Dibeli dari Bitung pada 1999

Kapolda menyebut, pada prinsipnya ada regulasi yang mengatur perihal kasus menyebabkan luka hingga hilangnya nyawa orang.

Kata Kapolda, polisi akan melihat kronologi kasus tersebut seperti apa. (*)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved