Berita Viral

Viral Video Detik-detik Tim SAR Selamatkan 2 Nelayan Hanyut saat Gelombang Tinggi di Sangihe

Viral Video Detik-detik Penyelamatan 2 Nelayan yang Hanyut saat Gelombang Tinggi di Sangihe

Viral Video Detik-detik Tim SAR Selamatkan 2 Nelayan Hanyut saat Gelombang Tinggi di Sangihe
Screenshot Video IG
Viral Video Detik-detik Penyelamatan 2 Nelayan yang Hanyut saat Gelombang Tinggi di Sangihe 

mielkam_alkindi Tim SAR semoga selalu lancar dalam tugasnya dan selalu dalam lindungan Allah..

Aldi Adilang
Aldi Adilang (TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS/ISTIMEWA)

Kisah 12 Nelayan Sulut Hanyut pada 2018, Ada Torambang-ambing 80 Hari, Meninggal hingga Hilang

 Sulawesi Utara miliki garis pantai memanjang sekitar 1.837 kilometer dengan jumlah 124 pulua.

Tak heran, banyak warga sulawesi Utara memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Ada beragam cara warga untuk tetap bertahan menjalani pekerjaan jadi nelayan secara turun temurun. 

Hasil tangkapan ikan yang tak ada habisnya, membuat pencari ikan tetap menjadi pekerjaan populer bagi warga di pesisir pantai.

Kendati hasilnya memuaskan namun nelayan masih tergantung dengan cuaca alam dan bahaya ancaman di laut.

Tak sedikit pula nelayan yang hanyut. Ada yang ditemukan tinggal jenazah namun ada yang hilang hingga kini tak ditemukan.

Namun, kisah ajaib Aldi Adilang, Nelayan asal Wori hanyut selama 49 hari hingga ditemukan kapal berbendera Panama diperairan Guam dan dibawah ke Jepang.

Ada pula Stenly Tatoy, Nelayan Minut yang mengaku bertahan 80 hari di lautan. Terbaru, Yohanes Manapode yang bertahan 27 hari di perahu terbalik.

Berikut ini daftar nelayan di Sulut yang hanyut selama 2018:

1. Sem Tahulending - 10 Januari 2018

Sem Tahulending (58) Kelurahan Tongkaina, Manado  yang tenggelam di perairan kecamatan Bunaken,  pada Rabu (10/1/2018)

Menurut informasi, pada pukul 02.00 Wita, Sem Tahulending dan istrinya Kalsun Taturu keluar menggunakan perahu untuk memancing.

Tapi pada saat korban dan sang istri hendak kembali, sang suami diduga jatuh dari perahu dan belum ditemukan. 

Menurut keterangan sang istri, bahwa korban sempat turun ke air dan memperbaiki sayap perahu yang rusak.

Tiba-tiba korban berteriak bahwa kakinya tidak bisa digerakkan dan tenggelam.

Menurut sang istri pula, bahwa korban pernah mengalami sakit stroke.

Tak diketahui hasil pencarian korban

2. Suleman Lawitan (84) - 20 Januari 2018

Seorang nelayan asal Minahasa Utara bernama Suleman Lawitan (84) warga Kima Bajo dikabarkan hilang saat melaut, Sabtu (20/1/2018).

Dari informasi yang diperoleh Tribun Manado, Minggu (21/1/2018) korban melaut sejak pukul 16.00 Wita kemarin.

Akan tetapi hingga saat ini korban belum juga pulang dari mencari ikan di perairan Mentehage.

Tak diketahui hasil pencarian korban

3. Nelayan Likupang, Darman Bahoa dan Solat Panegoro - 7 Maret 2018

Dua nelayan Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur, Minut yakni Darman Bahoa dan Solat Panegoro hilang saat melaut di perairan Likupang, Rabu (7/3/2018) pukul 15.00 Wita.

Kasubag Humas Polres Bitung AKP Hilman Mutalib membeber, keduanya naik perahu pelang warna hijau dengan mesin tempel dari desanya

"Pukul 12 siang, mereka mengabarkan lewat telepon kapal mereka dihantam badai hingga meain mati," kata dia.

Tiga jam kemudian, beber dia, keduanya kembali mengabarkan sudah berada di perairan Lihunu.

Pukul 16.30 wita, kabar datang lagi. "Katanya sudah di laut lepas," ujar dia.

Sebut dia, pencarian sudah dilakukan aparat dan warga.

Tak diketahui hasil pencarian korban

4. Nelayan Belang, Herman Rotikan (53) - 24 Maret 2018

Seorang Nelayan bernama Herman Rotikan (53), warga Desa Buku Utara jaga 1 Kecamatan Belang dikabarkan hilang saat melaut di Perairan Maluku, Sabtu (24/3/2018).

Kapolsek Belang AKP S Budimantoyo Herman mengungkapkan Herman bertolak ke laut menggunakan satu perahu Katinting bermesin dua pada Sabtu (23/5/2018) sekitar pukul 02.00 Wita.

Apalagi ditemukannya satu unit perahu jenis katinting bermesin 2 oleh seorang nelayan bernama Ikhsan warga Desa Ponosokan Belang di tengah laut.

Perahu tersebut terombang ambing, dibagian dalam perahu peralatan hingga perlengkapan untuk mencari ikan masih lengkap.

Telmi Makatika, Istri Herman tampak bersedih atas kehilangan suaminya. Tenda tampk sudah dipasang di halaman rumah mereka di Desa Buku Utara.

 "Dimana Herman, mana dia," tangis Telmi saat berpelukan dengan sanak saudaranya.

Dari pernikahan Herman dan Telmi, dikaruniai dua orang anak. Satu diantara anaknya laki-laki bernama Noldy, yang pada  April 2018 akan melangsung pernikahan.

"Rencana menikah akhir bulan Maret ini, tapi karena ada Minggu sengsara, jumat agung hingga Paskah hingga ditunda April," ucap Noldy.

Tak diketahui kondisi terakhir Herman.

5. Nelayan Siau Matius Kumune - 11 April 2018

Matius Kumune (40) warga Kampung Bumbiha, Kecamatan Siau Barat (Sibarut) Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) hilang saat melaut.

Setelah pencarian, Matius ditemukan tak bernyawa.

6. Nelayan Tagulandang, Marnis Patolangan - 9 Agustus 2018

Marnis Patolangan (45) warga Desa Bira Kecamatan Tagulandang Kabupaten Sitaro ditemukan hanyut di perairan Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulaun Talaud, Kamis (9/8/2018) pukul 10.00 Wita

Marnis ditemukan dalam kondisi selamat oleh Mayore Anti (26) nelayan asal Desa Damau.

Stince Simpuru, warga Damau mengatakan merekat kaget karena informasi beredar dengan penemuan nelayan yang terapung di laut Damau. 

7. Nelayan Inobonto, Suryanto Koiki - 13 September 2018

Nelayan asal Desa Inobonto II Suryanto Koiki, yang sempat terbawa arus air laut, akibat mesin tempel mati akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Kepala Badana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolaang Mongondow (Bolmong), Haris Dilapanga berkata Kamis (13/9/2018), nelayan yang hilang terbawa dan dilakukan pencarian selama 9 jam alkhirnya ditemukan di tanjung Mariri Kecamatan Poigar.

“Nelayan yang hilang terbawah arus Suryanto Koiki, Alhamdulillah sudah ditemukan dalam kondisi selamat pada pukul 15.50 wita dan saat ini sudah berada dirumah bersama keluarganya Desa Inobonto II,” ujar Dilapanga, Kamis (13/9/2018).

Dijelaskannya, korban yang diduga Hilang memang terbawa arus dan menghindari cuaca buruk dengan mengarahkan perahunya ke perairan Tanjung Mariri.

“Nelayan tersebut bertemu dengan nelayan lainnya sehingga mesin tempel perahu yang tadinya sempat rusak berhasil diperbaiki,” jelasnya.

8. Nelayan Talaud, Riko Tumeno - 16 September 2018

Seorang Nelayan Asal Dampulis Selatan Kecamatan Nanusa bernama Riko Tumeno (48) terdampar di wilayah Perbatasan antara Indonesia-Filipina yakni Pulau Miangas, Minggu (16/9/2018) pukul 06.00 Wita.

Menurut korban, awalnya ia melaut sejak hari Rabu 12 September 2018, namun karena kondisi mesin perahu mengalami kerusakan ditambah dengan cuaca yang saat itu tidak bersahabat akibat angin kencang, sehingga perahunya terbawa arus hingga ke perbatasan Miangas.

“Perahu dihantam oleh badai dan gelombang dan hanyut sampai ke wilayah perbatasan Miangas,” kata dia.

Kapolsek Miangas Iptu Hibor Tandea menyampaikan bahwa saat ini kondisi nelayan asal Desa Dampulis yang terdampar dalam kondisi sehat.

Pihak Kepolisian langsung membantu menolong dan mengamankan korban.

9. Nelayan Wori, Aldi Novel Adilang - Juli 2018

Aldi Novel Adilang (18) Warga Wori Minahasa Utara hanyut pada pertengahan Juli 2018 diselamatkan Kapal Berbendera Panama di Perairan Guam Amerika Serikat, pada 31 Agustus 2018

Aldi kemudian dibawa ke Jepang lalu dipulangkan oleh KJRI Osaka pada 9 September lalu.

Pada 14 juli 2018 seharusnya Aldi Novel Adilang (18) sudah menikmati hasil tangkapan di Pulau Doi, Ternate.

Tapi pukul 07.00, angin selatan bertiup kencang menerpa rakit Aldi yang bekerja di Ternate sejak April 2018 (wilayah kerja penangkapan ikan ialah Laut Manado, laut Makalehi dan Ternate)

Rakit Aldi lepas karena gosokan tali yang kuat pada bantalan rakit temannya. Tali itu belum sempat terikat pada ponton.

Rakit menjauh kencang karena derasnya arus. Kapal penangkap ikan dari Pangkalan Dua berusaha menunggu di rakit yang lain. Tapi ternyata rakit hanyut tak lewat situ.

Mulai saat itu Aldi belajar bertahan hidup. Generator, tabung gas, lampu, radio HT, tenaga surya antena, baju, beras, rempah-rempah, peralatan dapur bahkan Alkitab menjadi sarana mempertahankan hidup hingga lebih dari satu bulan.

Aldi sudah berpikir tak akan kembali. Ia menangis memikirkan orangtuanya. Hari ketiga suara HT-nya mulai putus-putus. Setelah seminggu kemudian signal hilang.

Aldi terombang-ambing di laut selama 49 hari

10. Nelayan Minut,  Stenly Tatoy

 Stenly Tatoy (37), nelayan asal Pulau Gangga Minahasa Utara yang ditemukan di Pulau Yap, Mikronesia, setelah hilang di lautan selama 80 hari.

Herdi Tatoy, adik Stenly menyatakan, selain Amelia, wanita asal Indonesia di pulau Yap yang pertama 
menemukan Stenly, ada warga Indonesia yang turut membantu.

"Ada dua teman kerja Amelia di resort yang berasal dari Indonesia, juga ada beberapa keluarga asal Indonesia yang membantu," kata dia.

Sebut Herdi, seorang keluarga asal Indonesia membantu dengan memberikan beras.

Menurut Herdi, sang kakak kini berada di salah satu rumah.

Ia sempat dirawat selama empat hari di rumah sakit.

"Ia hilang sejak 16 Juli dan ditemukan pada 5 Oktober lalu, jadi sudah 80 hari dia hilang," kata dia.
Stenly Tatoy melakukan video call dengan keluarganya pada Kamis (11/10/2018.

 "Saya ingin pulang, bawa saya ke rumah, saya rindu kalian semua," kata Stenly Tatoy (37) dari Jepang

"Ia katakan itu dengan nada lirih, airmatanya menetes," kata Alfonsius Tatoy, ayah Stenly 
kepada Tribun Manado.

Bebernya, Stenly mengatakan dirinya sudah sehat.

Dikatakan Alfonsius, Stenly tampak sangat kurus.

"Badannya dulu berisi kini sangat kurus," kata dia.

Menurut Herdi, kakaknya hilang sejak 16 Juli 2018 lalu di atas rakit di Perairan Talaud. Kehilangan itu sudah dilaporkan ke Polda Sulut.

11. Nelayan Talaud, Yohanes Manapode

Yohanes Manapode, nelayan asal Desa Tabang, Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Papua New Guinea 15 September 2018.

Ia hanyut dari perairan Talaud selama 27 hari sejak 18 Agustus 2018.

Kini Yohanes tengah berada di KBRI Filipina menanti proses kepulangan.

Kisah Yohanes tak kalah seru dibanding dengan Aldi Adilang dan Stenly Tatoy.

Beda dengan Aldi dan Stenly yang hanyut di rakit, Yohanes hanyut di atas perahu nelayan mini.

Penuturan Danny kakak korban, sang adik hanyut setelah perahunya mati mesin. Perahu itu kemudian dipukul ombak hingga terbalik.

"Selama beberapa hari ia berjuang di laut dengan berpegangan di perahu," kata dia.

Ceritanya, dengan sisa-sisa kekuatan yang dimiliki, Yohanes berhasil membalikkan perahu. Tapi masalah tak berakhir sampai di situ.

Yohanes tak punya bekal makanan dan minuman. Untuk makan, ia menggaet sisa kelapa yang hanyut di perairan.

"Untuk minum ia ambil ember yang hanyut di laut lalu tampung air hujan," kata dia.

Kena air garam setiap hari membuat pakaiannya rusak. Pada akhirnya pakaian ia buka.

Tinggal sisa celana dalam. Dalam keadaan itu, ia disengat panas kala siang hari dan terserang dingin saat malam.

"Ia sudah nyaris mati dan akhirnya ditemukan kapal ikan Taiwan," kata dia.

Ia mengaku sudah melakukan video call dengan sang kakak.

"Kami harap ia bisa segera dipulangkan," kata dia.

TONTON JUGA: 

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved