Bara: Sistem Distribusi Elpiji Harus Diperbaiki

Elpiji 3 kilogram di Sulut disiapkan melebihi kuota, tapi kerap kali terjadi kelangkaan di masyarakat.

Bara: Sistem Distribusi Elpiji Harus Diperbaiki
Tribun manado / Christian Wayongkere
Bara Hasibuan 

Bara: Sistem Distribusi Elpiji Harus Diperbaiki

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Elpiji 3 kilogram di Sulut disiapkan melebihi kuota, tapi kerap kali terjadi kelangkaan di masyarakat.

Bara Hasibuan, Anggota Komisi VII DPR RI mengangkat masalah ini ketika rapat bersama Pertamina dan Pemprov Sulut di Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Bandara Sam Ratulangi, Jumat (11/1).

"Soal stok di Sulut aman, tapi sistem distrubusinya di lapangan harus diperbaiki," kata dia.
Persoalannya banyak orang tak berhak membeli elpiji, akibatnya jangankan warga di desa, bahkan di kota pun di waktu tertentu mengalami kelangkaan elpiji.

Ia mencontohkan, rumah makan kerap memborong elpiji 3 kilogram, di warung pun harga elpiji bisa melonjak tinggi

"Kalau Rp 20 ribu masih bisa, tapi kalau sudah Rp 30 ribu per tabung sudah keterlaluan, ini harus diperbaiki," kata dia.

Bara menguslkan, harus ada sanksi lebih berat bagi pelaku yang mencurangi elpiji subsidi. "Misalnya hukuman penjara 6 bulan, harus ada konsekuensi hukum," ungkap dia.

Gandhi Sri Widodo, Direktur Logistic, Suplly Chain dan Infrastructur Pertamina mengatakan, untuk sanksi pidana belum diatur UU.

“Hanya sanksi administrasi ke pangkalan atau agen penyamir elpiji jika menyalurkan tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Pernah dulu ketika masih penggunaan minyak tanah, ada disebug kartu kendali.
Kartu ini diberikan ke orang yang berhak menerima subsidi negara.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved