Meninggal di Laut, Keluarga Nelayan Bisa Terima Rp 200 Juta

Nelayan di Bolsel yang meninggal saat melaur keluarganya mengajukan KAN yang dimiliki korban.

Meninggal di Laut, Keluarga Nelayan Bisa Terima Rp 200 Juta
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Nelayan bersama perahunya 

Meninggal di Laut, Keluarga Nelayan Bisa Terima Rp 200 Juta

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU -Nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang meninggal saat melaut keluarganya mengajukan klaim atas Kartu Asuransi Nelayan (KAN) yang dimiliki oleh korban langsung ke Dinas Kelautan dan berhak menerima uang sebesar Rp 200 juta.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Seksi (Kasie) Sarana dan Prasarana Bidang Perikanan Tangkap dan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan Adam Gobel, Kamis (10/1/19) di ruang kerjanya di Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Bolsel.

"Premi pertahun dari pemerintah sebesar Rp 175 ribu per orang langsung dari asuransi Jasindo. Bisa diklaim dan dicairkan ketika pemilik kartu meninggal di saat melaut," jelasnya.

Selain meninggal di laut ada beberapa kejadian yang berujung pada kematian yang bisa diklaim oleh KAN.

"Meninggal di darat karena kecelakaan Rp 160 juta, meninggal karena sakit tergantung usia. Usia 17-45 tahun Rp 160 juta, 46-55 tahun Rp 40 juta, 56-65 tahun Rp 20 juta," jelas Adam.

Kata dia, tahun 2018 sudah ada delapan orang yang terima premi tersebut dan semua kecelakaan di darat bukan di laut yang menyebabkan pemilik asuransi meninggal.

"Dua orang terima masing-masing Rp 160 juta, empat orang masing-masing Rp 40 juta, dan dua orang masing-masing Rp 20 juta," jelasnya.

Kata dia, kartu tersebut sudah tiga kali diadakan, pada tahun 2016 sebanyak 224 keping, tahun 2017 sebanyak 1.811 keping, dan tahun 2018 sebanyak 1.175 keping.

"Ingat batas pengajuan klaim satu bulan setelah kejadian, kalau lewat tidak bisa diklaim," tandasnya.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved