Rahmawati Lihat Suaminya Tersungkur Seusai Kena Tikam di Dada Diri

Rahmawati menangis ketika mengucapkan janji memegang Alquran, bahwa ia akan bersaksi dengan sebenar-benarnya

Rahmawati Lihat Suaminya Tersungkur Seusai Kena Tikam di Dada Diri
Tribun Manado
Rahmawati, bersaksi atas pembunuhan suaminya di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rahmawati, istri almarhum Tamsul, korban pembunuhan di Air Terang Malalayang Satu Timur, Manado, bersaksi di persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (9/1/2019).

Rahmawati menangis ketika mengucapkan janji memegang Alquran, bahwa ia akan bersaksi dengan sebenar-benarnya, tentang peristiwa yang merenggut suaminya 1 Juli 2018 lalu.

Di hadapan hakim, Rahmawati menjelaskan lagi kronologi saat suaminya kehilangan nyawa. Ia melihat itu dengan mata kepalanya sendiri.

Rahmawati membenarkan terdakwa Tuswandi yang menjadi aktor utama pembunuhan ini

Ia mengingat-ngingat, Tuswandi menusuk suaminya empat kali dengan pisau badik.

Baca: 3 Pelaku Pembunuhan di Malalayang Ditangkap Polisi, Begini Kronologi Tewasnya Tamsul

Baca: Pria Tak Dikenal Tikam Tamsul hingga Tewas

Tusukan terakhir di dada kiri, membuat suaminya jatuh terkapar. Saat dilarikan ke rumah sakit, suaminya telah tiada.

Tiga terdakwa pembunuhan terhadap Tamsul mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (9/1/2019).
Tiga terdakwa pembunuhan terhadap Tamsul mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (9/1/2019). (Tribun Manado)

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum menerangkan bahwa kronologis kasus pembunuhan ini berawal ketika saksi Rahmawati, saksi Angky dan korban tengah berbincang-bincang di lorong.

Kemudian lewat terdakwa Reynold yang saat itu hendak mengantar isteri terdakwa Mario. Saat itu, saksi Angky sempat menegur terdakwa Reynold dan korban sempat melontarkan kata-kata yang menganggap terdakwa telah menguasai jalan.

Perkataan korban itu ternyata dipersoalkan terdakwa Reynold. Sehingga dirinya pun ikut mengadukan korban ke terdakwa Mario dan Tuswandi.

Alhasil ketiga terdakwa kemudian langsung mencari korban, begitu bertemu terdakwa Mario sempat bertanya soal perkataan korban kepada terdakwa Reynold, sedangkan terdakwa Tuswandi ikut mencabut pisau badik dan menikam korban.

Baca: Teguran Tamsul Berakhir Hunjaman Sajam

Akibat tikaman tersebut, korban akhirnya tewas kendati telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Terdakwa Tuswandi dijerat pidana dengan Pasal primair 338, subsider Pasal 354 ayat (2) dan lebih subsider Pasal 351 ayat (3), juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (*)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved