DBD di Bolmong Timur, Terbanyak Pasien Dirawat di Puskesmas Kotabunan

Program menguras, menutup dan mengubur (3M plus) lebih efektif dibandingkan fogging.

DBD di Bolmong Timur, Terbanyak Pasien Dirawat di Puskesmas Kotabunan
TRIBUN MANADO/ALDI PONGE
Petugas dari Dinkes Boltim sedang megasapi Desa Tombolikat. Sepanjang Januari 2016, tujuh warga desa ini terserang DBD. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Awal 2019 ini sudah 10 pasien demam berdarah tercatat di Bolaang Mongondow Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Eko Marsidi mengatakan, kasus deman berdarah meningkat di wilayah kerja Puskesmas Kotabunan selama sepekan ini.

"Ada tujuh kasus positif DBD berdasarkan tes laboratorium dan 14 pasien suspect (diduga DBD)," ujar Eko Marsidi, Rabu (9/1/2019).

Lanjut dia, Dinas Kesehatan akan melakukan identifikasi kasus di wilayah puskemas dengan turun mengecek alamat pasien. Setelah itu, akan dilakukan fogging atau pengasapan.

Baca: Dinkes Bolsel Sebut Fogging Bukan Pilihan Utama Cegah DBD

Baca: Sudah Empat Orang di Bolsel Terserang Demam Berdarah DBD

Baca: Pasien DBD Membludak, RSUP Prof Kandou Siapkan Aula, Pinjam Tempat Tidur dari TNI

Ia menambahkan, program menguras, menutup dan mengubur (3M plus) lebih efektif dibandingkan fogging.

Kepala Bidang P2P dan Wabah Dinkes Boltim Sami Rarung mengatakan, tahun lalu jumlah penderita DBD berjumlah 91 orang. Sudah dilakukan fogging sebanyak 182 kali.

"Masuk awal tahun jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu," ujar Sami Rarung.

Lanjut dia, besok akan turun ke Desa Purworejo Induk untuk lakukan fogging. (*)

Penulis: Vendi Lera
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved