Berita di Bolmong

Petani di Bolmong Keluhkan Kelangkaan Pupuk

Sejumlah petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan kelangkaan pupuk sejak dua bulan terakhir

Petani di Bolmong Keluhkan Kelangkaan Pupuk
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Lahan pertanian di wilayah Lolak, Bolaang, Sangtobolang kekeringan_nampak seorang petani menggarap lahan untuk menanam tumbuhan seperti umbi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK- Sejumlah petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan kelangkaan pupuk sejak dua bulan terakhir.

J Pelealu satu diantara petani di Dumoga berkata sejak akhir November 2018 sampai saat ini kami belum dapat membeli pupuk. "Pupuk tersebut sangat mempengaruhi hasil produksi pertanian, sebab kalau tidak dipupuk sudah pasti hasilnya tidak maksimal," keluhnya Selasa (08/01/2019).

Baca: Pemerintah Segera Menerapkan HET Beras Terbaru, Petani Bolmong Justru Mengeluh, Ada Apa?

Kami meminta keadilan penyaluran bantuan pupuk bagi pemerintah. Sebab sampai saat ini, masih banyak petani yang belum terakomodasi bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong.

Buktinya, banyak petani di Bolmong yang mengeluh tidak mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi. Salah satu warga yang meminta namanya untuk tidak di publis, mengaku sedih dan merasa bahwa Dinas Pertanian tidak adil.

Ilustrasi pupuk.
Ilustrasi pupuk. (IST)

"Ya, selaku petani tentu saya merasa Dinas Pertanian tidak adil karena yang lainnya dapat bantuan lalu kenapa yang lain tidak," ungkapnya sambil meminta namanya tidak ditulis.

Baca: Lucy Berharap Petani Bolmong Diperhatikan

Robby Giroth satu diantara anggota dewan Bolmong dan berprofesi sebagai petani di Bolmong juga mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk.

Ia meminta instansi terkait untuk memperhatikan masalah ini karena Kabupaten Bolmong adalah lumbung beras di Sulut. "Bagaimana mana untuk mendapatkan hasil produksi kalau pupuk tidak ada," ujarnya.

Giroth menyampaikan untuk tidak menahan pupuk yang ada. "Saya datangi langsung tempat penampungan pupuk di Siniyung dan melihat ada banyak pupuk belum disalurkan," kesalahannya.

Baca: Panen Jagung Dimulai, Petani Bolmong Harap Harga Jagung tak Anjlok

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong Reymon Ratu, mejelaskan, masyarakat yang mendapatkan bantuan bersubsidi hanyalah warga yang masuk dalam kelompok tani.

Kalau yang tidak tergabung dalam kelompok tani tentu tidak dapat bantuan, jadi kalau ada warga yang mengeluh tidak dapat pupuk bersubsidi berarti dia tidak masuk dalam kelompok tani tersebut.

"Untuk mendapat bantuan harus masuk kelompok tani tetapi memang tidak semua," jelasnya. (kel)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved