Natal, Pulang dan Beristirahatlah

Natal menjadi alasan tepat bagi banyak orang termasuk saya untuk “pulang kampung”, sudah tradisi dan bahkan menjadi ritual tahunan bagi perantau.

Natal, Pulang dan Beristirahatlah
Ilustrasi natal
Ilustrasi natal 

Natal, Pulang dan Beristirahatlah

TRIBUNMANADO.CO.IDNatal menjadi alasan tepat bagi banyak orang termasuk saya untuk “pulang kampung”, sudah tradisi dan bahkan menjadi ritual tahunan bagi perantau asal tanah Toar Lumimu’ut kembali ke tanah kelahiran walaupun hanya sekedar berkumpul dan makan bersama keluarga.

Lagu “malam kudus” menjadi pengingat akan kehangatan malam natal di kampung halaman bersama orang-orang yang kita cintai bersama senyuman dan ucapan selamat Natal dari mereka.

Natal juga bermakna sebagai panggilan untuk pulang, kembali berkumpul dan bersitirahat bersama orang-orang yang dicintai.

Tidak ada suasana yang paling dirindukan selain suasana kehangatan cinta kasih di hari Natal bersama keluarga. Kedamaian dan cinta kasih terasa begitu nyata ketika lagu-lagu natal mengiringi suasana yang begitu gembira dan menyenangkan.

Tawa dan canda serta rangkulan kasih menjadi menu utama disamping kue dan minuman Natal serta  berbagai masakan istimewa natal lainnya.

Pesta Natal sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus, merupakan simbol panggilan Allah kepada Manusia untuk kembali pulang kepada kerahiman Ilahi, kembali pulang ke dalam rahmat cinta kasih Tuhan, kembali kepada Allah Bapa setelah sekian lama dan sekian jauh pergi meninggalkanNya.

Dengan demikian kembali pulang dan menikmati suasana Natal, suasana Cinta kasih Allah melalui orang-orang yang mencintai kita tanpa syarat sebagaimana Allah mencintai diri kita masing-masing tanpa syarat juga.

Berkumpul bersama keluarga setelah sekian lama berpisah, tidak hanya sekedar menghilangkan rasa rindu berjumpa, melainkan menjadi kesempatan terbaik untuk bertemu secara fisik dengan orang-orang yang kita cintai.

Tidak sedikit diantara mereka menjadi alasan bagi kita untuk pergi jauh dan merantau. Barangkali demi kebutuhan hidup keluarga kita harus meninggalkan mereka, tetapi Natal menjadi alasan kita untuk pulang bertemu mereka kembali secara langsung.

Mereka adalah orang-orang hidup yang setiap saat mendoakan kita untuk berhasil di rantau dan kembali pulang membawa banyak berkat Tuhan.

Temui dan rangkul mereka dengan penuh cinta kasih. Mereka lebih butuh kehadiran dirimu bersama mereka dibandingkan dengan apa yang akan kamu bawa di saat Natal.

Tetapi membawa sedikit kue "Donat" bagi mereka juga mungkin dinantikan. Bagi mereka kamu adalah _"Santa Klaus"_ yang paling istimewa di Natal tahun ini.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved