Kota di China Ini Larang Pemasangan Pernak-pernik Natal, Toko yang Menjualnya Akan Kena Hukuman

Di tengah semaraknya persiapan menjelang perayaan Natal di seluruh dunia, satu kota di China timur laut ini justru melarangnya.

Kota di China Ini Larang Pemasangan Pernak-pernik Natal, Toko yang Menjualnya Akan Kena Hukuman
ellaslist.com.au
Pernak-pernik Natal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah semaraknya persiapan menjelang perayaan Natal di seluruh dunia, satu kota di China timur laut ini justru melarangnya.

Pemerintah kota Langfang di Provinsi Hebei, telah mengeluarkan pengumuman yang intinya memerintahkan pencopotan seluruh dekorasi Natal dan melarang toko-toko untuk menjual segala hal yang berhubungan dengan Natal.

Dalam pernyataan yang disampaikan pemerintah kota, pelarangan itu dilakukan demi menjaga stabilitas.

 Negara Ini Rayakan Natal 2 Kali dalam Setahun, Kok Bisa?

Meski pernyataan itu tidak secara khusus menyebutkan satu agama tertentu.

Pengumuman dari pemerintah kota menyerukan kepada publik untuk melaporkan pihak mana pun yang telah melakukan tindakan "menyebarkan agama" di ruang publik lewat perayaan Natal.

Baca: Negara Ini Rayakan Natal 2 Kali dalam Setahun

Baca: Potret Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau Sehari Setelah Sebabkan Tsunami Tanjung Lesung

Dalam pernyataannya, pejabat kota Langfang mengatakan, siapa pun yang kedapatan menjual pohon Natal, lingkaran bunga, kaus kaki, atau pernak-pernik Natal lainnya, termasuk figur sinterklas, akan mendapat hukuman.

"Toko-toko dilarang keras mengadakan pertunjukan Natal atau melakukan promosi penjualan Natal," kata pernyataan dari kantor manajemen kota, seperti dikutip SCMP.

Pernyataan yang juga beredar luas melalui media sosial di China itu seolah sejalan dengan tindakan keras pemerintah terhadap aktivitas peribadahan di negara itu.

Sabtu pekan lalu, lebih dari 60 petugas polisi melakukan penggerebekan terhadap kelas Alkitab anak-anak yang digelar di Guangzhou.

Sebelumnya pada bulan September, pihak berwenang juga telah menutup sebuah Gereja Sion dengan 1.500 anggota di Beijingyang dianggap tidak memiliki izin.

Pada 9 Desember, sebuah gereja di Chengdu juga ditutup paksa dan sekitar 100 jemaahnya dilaporkan hilang.

Menurut Patrick Poon, peneliti Amnesti Internasional di China, penggerebekan terhadap gereja oleh otoritas pemerintah mencerminkan sikap pemerintah terhadap kegiatan agama.

Seperti diketahui pemerintahan China dengan partai Komunis yang berkuasa menganut ateisme. 

Poon menambahkan, tindakan pelarangan perayaan dan pernak-pernik Natal di kota Langfang adalah bentuk upaya pemerintah kota yang ingin mengesankan pemerintah pusat.

"Otoritas di Langfang mungkin ingin menunjukkan kesiapan mereka untuk menyenangkan pemerintah pusat," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kota di China Ini Larang Sinterklas dan Pernak-pernik Natal.

Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved