Dugaan Pungli di Unsrat, Taufik Tumbelaka : Harus Benahi Sistem di Lembaga Pendidikan

Dugaan Pungli di Unsrat, Taufik Tumbelaka : Harus Benahi Sistem di Lembaga Pendidikan

Dugaan Pungli di Unsrat, Taufik Tumbelaka : Harus Benahi Sistem di Lembaga Pendidikan
TRIBUN MANADO/RYO NOOR
Taufik Tumbelaka 

Dugaan Pungli di Unsrat, Taufik Tumbelaka : Harus Benahi Sistem di Lembaga Pendidikan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sangat ironis ketika praktik korupsi sudah merambah ke dunia pendidikan.

Demikian diungkapkan Taufik Tumbelaka, pengamat pendidikan di Sulawesi Utara.

Menurutnya praktik suap antara dosen dan mahasiswa masuk dalam tindakan korupsi. Dalam korupsi ada pemberi dan penerima.

Dalam kasus dugaan suap di Universitas Sam Ratulangi Manado, belum tahu siapa yang penyogok dan penerima.

"Boleh dibilang lembaga pendidikan adalah lembaga suci yang melahirkan generasi penerus. Kaum intelektual lahir dari dunia pendidikan," ujar Rabu (19/12).

Fenomena ini menunjukkan kalau korupsi telah merajalela ke mana-mana. Atau memang mau cari tampang saja. Tumbelaka menyebut ini harus didalami, apakah mahasiswa itu yang dimintai uang atau dosen yang meminta. Atau malah dua-duanya bersepakat.

Baca: Dugaan Pungli di Fakultas Kedokteran Unsrat, Dekan: Sudah Diberi Sanksi oleh Rektorat

Baca: Tiga Kasus Dugaan Pungli dan Jual Beli Nilai Sepanjang 2018

"Ada dua kemungkinan," ujarnya.

Ini menjadi tanda awas bagi dunia pendidikan. Ini menyangkut kualitas jebolan lembaga tinggi itu sendiri. Saat ini, menurutnya tak usah mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.

"Saya menduga ini karena kelemahan sistem pendidikan di lembaga tersebut. Ini memang dugaam, tak boleh menuduh. Tapi ini mencoreng kepercayaan masyarakat untuk jebolan lembaga pendidikan tinggi tersebut," ujarnya.

Dalam hal ini harus ada pembenahan sistem di lembaga tersebut. Ini untuk menjaga integritas lulusan dan legitimasi lembaga tersebut. "Dampaknya bisa melebar ke moral dan lain-lainnya," jelasnya. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved