(VIDO) Bocah 4 Tahun di Deli Serdang Tidur 22 Hari, Tak Bangun Dibawa ke RS hingga Diobati 20 Dukun

Viral kisah bocah warga Jalan Masjid II Gang Rukun, Desa Sekip Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumetra Utara bernama Gilang Tama Alfarizi (4).

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral kisah bocah warga Jalan Masjid II Gang Rukun, Desa Sekip Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumetra Utara bernama Gilang Tama Alfarizi (4) tertidur selam 22 hari dan belum bangun.

Baca: (VIDEO) Dibebaskan Seusai Bunuh Ibunya, Bocah Kelas 6 SD Bikin Khawatir saat Ia Kembali Sekolah

Dikutip Tribun Video dari Tribun Medan, anak pertama dari pasangan Sandi Syahputra (25) dan Prili Mahdania (24) tersebut juga sudah dibawa ke RSUD Deli Serdang untuk diperiksa.

Dirinya bahkan sempat dirawat inap selama 14 hari dan menjalani sejumlah pemeriksaan di sana.

Hasilnya bocah tersebut dinyatakan sehat.

Gilang kemudian dibawa ke RSUP H Adam Malik, hasil pemeriksaannya sama, semua dokter mengatakan bahwa bocah tersebut sehat.

Mulai dari jantung, syaraf, dan darahnya dinyatakan normal dan tidak ada penyakit apapun.

Gilang Tama Alfarizi (4), warga Jalan Masjid II Gang Rukun, Desa Sekip Lubuk Pakam, yang telah tertidur selama 22 hari dan sampai hari ini belum terbangun.
Gilang Tama Alfarizi (4), warga Jalan Masjid II Gang Rukun, Desa Sekip Lubuk Pakam, yang telah tertidur selama 22 hari dan sampai hari ini belum terbangun. (Tribun Medan /Keluarga Gilang)


Mendengar hasil pemeriksaan tersebut, pihak keluarga kebingungan dan memutuskan Gilang dibawa ke rumah setelah 18 hari diopname.

Dirinya diberi asupan makanan malalui infus.

Menurut penuturan kedua orangtuanya, awalnya tidak ada keanehan yang terjadi pada Gilang.

Anaknya masih aktif bermain dengan lincah dan gembira.

Hingga pada Minggu (26/11/2018) sang ibu membujuk Gilang untuk tidur, namun dirinya menolak lantaran masih ingin menonton TV.

Baca: (VIDEO) Kasus Mahasiswi Dibakar Mantan Pacar Sudah Sebulan, Polisi Belum Bisa Periksa Pelaku

"Dia nonton TV. Diajak tidur tidak mau. Nanti, jadi tidurnya sama ayahnya. Saya tidur duluan," kata Prili.

Gilang akhirnya tidur dengan sang ayah pukul 23.00 WIB.

Keesokan harinya pada Senin (27/12/2018) sekira pukul 10.00 WIB sang ayah membangunkan Gilang, bocah tersebut bisa menjawab namun mengaku masih ngantuk dan kembali tidur.

Hingga pada hari ketiga, Gilang tidak bisa berbicara dan terbangun, hanya kaki dan tangannya saja yang bisa digerakkan, matanya tetap terpejam.

Keluarga yang khawatir segera memeriksakan Gilang ke rumah sakit.

Kakek Gilang bernama Arkam mengatakan keluarga bahkan telah mencoba membawa Gilang ke pengobatan alternatif.


Saat ini ada orang pintar coba untuk mengobati dan sudah ada 20 orang pintar yang coba mengobati dengan suka rela.

"Sudah ada 20 orang pintar yang suka rela untuk mengobati, tapi belum ada tanda-tanda perubahan," ujarnya cemas.

Lebih lanjut, Arkam menuturkan dari histori keluarga belum ada kejadian seperti ini dan baru Gilang yang alami hal seperti ini.

Kisah tersebut viral di media sosial Facebook, akun Yuni Rusmini juga memposting kejadian serupa.

Bahkan disebutkan akun tersebut bahwa penyakit ini mungkin adalah Sindrom Kleine-Levin atau Kleine-Levin Syndrome (KLS).

KLS adalah penyakit saraf yang langka di mana penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya.

Penderita bisa tertidur selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan, tergantung pada berapa lama penyakit itu kambuh.

Baca: (VIDEO) Sebut Masyarakat Ingin Perubahan, Prabowo: Kalau Kita Kalah Negara Bisa Punah

Mereka bangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi juga bisa dibangunkan oleh orang lain, tetapi penderita selalu mengeluh merasa capek dan letih.

Ketika penderita bangun penderita bertingkah seperti anak kecil karena sebagian memori ingatannya terhapus pada saat penderita tertidur, banyaknya ingatan yang terhapus tergantung dari seberapa lama penderita tidur.

Dan penderita sensitif terhadap suara dan cahaya ketika bangun. Penyakit ini kambuh tanpa peringatan.

Sebagian penelitian di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orangtua penderita. Tetapi penyebab pasti KLS masih belum diketahui.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Balita Asal Deliserdang Tertidur Selama 22 Hari, Hasil Pemeriksaan Dokter Dinyatakan Sehat

Editor: Alex Bryan Tarore
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved