Terduga Teroris Balikpapan Siapkan Serangan Natal dan Tahun Baru

Polisi kembali mengamankan dua orang terduga teroris berinisial B dan MI di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

Terduga Teroris Balikpapan Siapkan Serangan Natal dan Tahun Baru
(AFP / MOHD RASFAN)
Anggota Kepolisian Elit Unit Teknis Kontra Terorisme Kerajaan Malaysia saat mengikuti peringatan hari kemerdekaan Malaysia di Kuala Lumpur, 31 Agustus 2017 lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Polisi kembali mengamankan dua orang terduga teroris berinisial B dan MI di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menduga kedua pelaku itu akan melancarkan aksi teror saat Natal dan Tahun Baru.

"Ini kan indikasi bisa ke arah situ (meneror saat Natal dan Tahun Baru, - red). Yang jelas, tugas kita adalah mengantisipasi jangan sampai aksi tersebut bisa terjadi," ujar Dedi di Jakarta, Kamis(13/12).

Untuk mencegah hal tersebut, ia mengatakan Densus 88 Antiteror Polri dan Satgas Antiteror di Polda-Polda terus bergerak. Hal itu dilakukan, kata dia, dalam rangka mitigasi dan antisipasi setiap aksi teror yang mungkin terjadi pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Jenderal bintang satu itu pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan percaya kepada pengamanan Korps Bhayangkara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan yakin kepada aparat keamanan, untuk bekerja maksimal, untuk mitigasi, dan antisipasi setiap aksi teror tersebut," jelasnya.

Penangkapan tersebut merupakan kelanjutan dari Densus 88 Antiteror Polri yang meringkus terduga teroris berinisial IA di Sleman, DIY, Selasa (11/12).

Adapun inisial keduanya adalah B yang berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur dan MI yang juga berasal dari Indramayu, Jawa Barat. Diketahui B ditangkap di Yogyakarta, sementara MI ditangkap di sebuah rumah kos di wilayah Sleman.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan keduanya terkait dengan aksi terorisme bom panci di Indramayu beberapa waktu lalu.

"Keduanya ini adalah satu jaringan dan memiliki keterkaitan tentang rencana aksi terorisme bom di Indramayu. Saat ini tim Densus sedang mendalami kelompok dua pelaku itu terkait pergerakannya di Pulau Jawa," ujar Dedi.

Ia mengatakan dua orang tersebut diduga terlibat aktif dalam jaringan dan terindikasi masuk kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pihaknya, kata dia, masih terus berusaha mengungkap dan mendalami peran keduanya dalam jaringan.

Jenderal bintang satu itu juga mengatakan masih mendalami lokasi tempat keduanya beraksi. "Iya, keterkaitannya ke situ (JAD). Mereka terlibat aktif di dalam jaringan ini, untuk siapkan aksi," kata dia.

"Sementara masih didalami, terakhir di wilayah Jabar. Masih didalamilah. Petugas juga akan berhati-hati untuk mengungkap jaringan ini," tukasnya.

Ketua RT06/RW18 Jalan Garuda P 72 Krapyak, Sidoarum, Godean, Petrus Suherman mengatakan Densus 88 Mabes Polri mengamankan barang berupa tas ransel dan bukti transfer saat menangkap terduga teroris. "Ada surat-surat, fotokopi KTP, dan ijazah. Ada juga satu tas ransel, satu kotak tinta, dan bukti transfer," ujar Petrus Suherman.

Suherman mengatakan, ia lantas diajak menuju sebuah rumah kontrakan di depan rumahnya. Di rumah kontrakan tersebut sudah ada banyak petugas. "Saya bersama dua warga di sini diminta menjadi saksi," katanya.(Tribun Network/dit/kps/wly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved