Heboh Ada Lahan Perkebunan Mengandung Emas di Bolmong, Pemilik Minta Bantuan Polisi

Masyarakat Bolaang Mongondow (Bolmong) heboh saat ada lahan kebun milik warga yang mengandung logam mulia emas.

Heboh Ada Lahan Perkebunan Mengandung Emas di Bolmong, Pemilik Minta Bantuan Polisi
Tribun manado / Maickel karundeng
Warga melihat lahan di Perkebunan Tumuyu Desa Tapa Aog yang disebut mengandung emas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Masyarakat Bolaang Mongondow (Bolmong) mendadak heboh saat ada lahan perkebunan milik seorang warga yang mengandung material logam mulia atau emas.

Informasi yang dihimpun Tribunmanado.co.id di lapangan, Kamis (13/12), menyebutkan, lahan yang ditemukan mengandung emas itu berada di kawasan Jalan Raya Amurang-Kotamobagu-Doloduo (AKD), Desa Tapa Aog, Perkebunan Tumuyu, Bolmong.

Baca: Kadis ESDM Sebut Tanah Sulut Memang Punya Potensi Emas

Awalnya, ada warga yang hendak mengambil material untuk dijadikan sampel atau contoh apakah ada kandungan emas atau tidak.

Suhadah Ilam, penjaga kebun, mengatakan, sudah sekitar 14 tahun menjaga perkebunan seluas 22 hektar itu.

Baca: Penjaga Kebun Kaget, Ratusan Warga Turun ke Lokasi untuk Mengecek Material Mengandung Emas

"Saya menanam jagung dan pisang. Awalnya, kaget mendengar dan melihat ada ratusan orang berbondong-bondong melakukan penggalian di kebun milik Chres Lobud,” ujarya.

"Kalau cerita emas atau mengetahui adanya kandungan emas, saya tidak tahu. Yang pertama kali melakukan penggalian saya tidak tahu, sebab beberapa hari lalu mulai heboh," jelasnya.

Baca: Heboh Material Emas di Tapa Aog, Polsek Sempat Amankan Beberapa Warga dan Karung Isi Material

Melihat hal itu, Ilam memberitahukan kepada pemilik kebun.

Baca: Silaturahmi ke Tapa Aog, Wakapolres Minta Warga Jauhi Hoaks

Baca: Jangan Buang HP Bekas di Dalamnya Ada Emas

Ando Lobud, satu di antara anggota keluarga pemilik kebun, mengatakan akan memagari area perkebunan dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Menurutnya, lahan perkebunan ini adalah warisan dari kakeknya yang mantan kepala desa atau Sangadi Desa Tapa Aog.

"Kami keluarga juga meminta pertolongan kepolisian untuk bisa berjaga agar tidak terjadi hal-hal buruk," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved