DSNG Targetkan Produksi CPO Naik 14%

Rencana PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengakuisisi dua perusahaan kelapa sawit

DSNG Targetkan Produksi CPO Naik 14%
AFP
Kepala Sakit 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rencana PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengakuisisi dua perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Timur berjalan mulus. Kemarin (10/12), emiten perkebunan ini mengantongi restu dari pemegang saham untuk merealisasikan ekspansi bisnis itu.

DSNG akan merampungkan akuisisi PT Bima Palma Nugraha (BPN) dan Bima Agri Sawit (BAS) pada akhir tahun ini. Emiten ini menggelontorkan Rp 1,35 triliun untuk mencaplok kedua perusahaan itu. Sumber dana diambil dari kas internal dan pinjaman bank.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan,  akuisisi ini tentu mempengaruhi posisi kas dan pinjaman. Meski begitu, fundamental keuangan perusahaan masih cukup bagus.

Mengacu laporan keuangan per September 2018, total kas dan setara kas DSNG Rp 243,5 miliar. "Setelah akuisisi, kami akan lakukan pembenahan. Dari akuisisi ini kami berharap bisa membantu meningkatkan kinerja keuangan dalam jangka panjang," ujar Andrianto, Senin (10/12).

Sekadar gambaran, DSNG membeli BPN dan BAS, sekalipun keduanya masih merugi. Pertimbangannya, kedua perusahaan itu punya aset kebun sawit dan pabrik yang prospektif di masa depan.

Andrianto berharap, pasca akuisisi ada sinergi dengan kinerja operasional DSNG. "Pabrik (BPN dan BAS) berada di Kalimantan Timur. Jaraknya dari pabrik kami sekitar 100 km, sehingga diharapkan membantu menggenjot produksi CPO dan kinerja operasional kami," papar dia.

Andrianto memperkirakan, setelah akuisisi, produksi CPO meningkat 14% pada 2019. Namun, terkait target pendapatan tahun depan, Andrianto bilang akan tergantung pada harga CPO dunia.

Corporate Communication DSNG Supriyadi Jamhir menambahkan, pihaknya menerapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja yang kurang memuaskan pada triwulan ketiga. "Kami efisiensi di semua lini untuk mengantisipasi masih lemahnya harga CPO," ujar dia.

Hingga triwulan III-2018, penjualan DSNG turun 13% yoy jadi Rp 3,30 triliun. Dus, laba bersih ikut turun 19% menjadi Rp 277,25 miliar. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved