Beternak Kecoak, Bisnis yang Menggiurkan di Cina

Para peneliti juga meneliti penggunaan ekstrak kecoak untuk masker kecantikan, pil diet, dan pengobatan kerontokan rambut

Beternak Kecoak, Bisnis yang Menggiurkan di Cina
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dianggap sebagai serangga yang menjijikkan, kecoak ternyata menjadi bisnis moncer di masa depan.

Kecoak yang suka dengan sisa makanan memberi ide kepada beberapa bisnis di Cina untuk menggunakan serangga, yang diternakkan dalam jumlah miliaran di berbagai tempat, untuk mengurangi sampah dapur.  

Tapi kecoak-kecoak tersebut tidak sekedar mengolah sampah. Setelah mati, kecoak-kecoak itu diolah menjadi pakan ternak bergizi bagi ternak.

Bahkan, menurut beberapa pihak, kecoak bisa diolah menjadi obat dan perawatan kecantikan. Dan kegiatan itu menjadi sumber uang untuk beberapa pebisnis di Provinsi Shandong.

Di pinggiran Kota Jinan, ibu kota Provinsi Shandong, satu miliar kecoak setiap hari diberi makan 50 ton sampah dapur, jumlah yang cukup untuk makan tujuh gajah dewasa.

Sampah-sampah itu tiba sebelum pagi di sebuah pabrik yang dikelola oleh Shandong Qiaobin Agricultural Technology Co.

Baca: Waduh Ada Susu Kecoak, Kata Ilmuwan Lebih Bergizi Dibanding Susu Sapi!

Sisa-sisa makanan itu diberikan kepada kecoak-kecoak yang ditempatkan di kandang-kandang, melalui pipa.

“Kecoak-kecoak menjadi jalan bio-teknologi untuk mengubah dan mengolah sampah dapur,” kata Liu Yusheng, presiden Asosiasi Industri Serangga Shandong, seperti dikutip dari Reuters.

“Kecoak juga sumber protein yang baik untuk babi dan ternak lainnya. Seperti mengubah sampah sumber daya,” kata Kepala Shandong Qiaobin, Li Hongyi.

Shandong Qiaobin berencana untuk membuat tiga pabrik lagi tahun depan, dan menarget untuk mengolah sepertiga sampah dapur yang dihasilkan oleh Jinan, yang berpenduduk tujuh juta orang.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved