EPMT Ekspansi Gudang & Pusat Distribusi

Distributor produk farmasi, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) sudah menyiapkan rencana ekspansi

EPMT Ekspansi Gudang & Pusat Distribusi
kontan
Aktivitas karyawan PT Enseval Putera Megatrading Tbk, distributor produk farmasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Distributor produk farmasi, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) sudah menyiapkan rencana ekspansi tahun depan. Anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ini akan membangun kantor cabang dan gudang baru di Makassar.

Perusahaan ini juga akanmendirikan distribution center di kawasan Industri Greenland Internasional Industrial Complex, Bekasi.

Direktur Utama KLBF Vidjongtius mengatakan untuk ekspansi tahun depan,  EPMT menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar.

"Sumber dananya akan diambil dari kas internal," tutur dia, Jumat (7/12).

Menurut Vidjongtius , pendirian gudang dan distribution cender merupakan cara perusahaan mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih baik. Dia meyakini, jaringan distribusi yang kuat menjadi kunci keunggulan.

"EMPT berkomitmen mengembangkan kapasitas pergudangan dan membuka kantor cabang. Sehingga mampu menjaga ketersediaan produk yang akan berdampak pada peningkatan kualitas arus kas," ungkap dia.

Distributor produk farmasi, PT Enseval Putera Megatrading Tbk.
Distributor produk farmasi, PT Enseval Putera Megatrading Tbk. (kontan)

Tahun ini, EPMT sudah mulai memperbesar kapasitas, dengan merenovasi gudang di Padang dan Kudus. Emiten ini juga meresmikan kantor beserta gudang di Batam dan Bekasi. Dalam waktu dekat, EPMT juga akan meresmikan cabang di Sorong.

Meski begitu, Vidjongtius belum bisa merinci kontribusi dari gudang dan cabang-cabang yang baru beroperasi itu. Adapun, bisnis EPMT saat ini menyumbang 30% terhadap total pendapatan KLBF.

Tahun depan, EPMT akan fokus mengembangkan utilisasi teknologi digital dan menjangkau distribusi di lebih 200.000 outlet. Yang jelas, melalui sederet ekspansi, EPMT berharap kinerja tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini.

Asal tahu saja, EPMT merevisi target pertumbuhan penjualan tahun ini dari semula 7%-9% menjadi hanya 4%-5%. Ini lantaran fluktuasi rupiah.

Tahun lalu, perusahaan ini membukukan penjualan bersih Rp 19,66 triliun. Artinya, hingga tutup tahun ini penjualan diperkirakan mencapai Rp 20,64 triliun.

Per September 2018, EPMT mencetak penjualan  Rp 15,12 triliun, naik 3,87% year on year. Laba bersih naik 39% yoy menjadi Rp 469,60 miliar. (Willem Kurniawan Lombu)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved