Alfamart dan Indomaret Incar Stasiun MRT

Jika tak ada aral melintang, mulai Maret tahun depan, angkutan umum mass rapid transit (MRT) Jakarta

Alfamart dan Indomaret Incar Stasiun MRT
KOMPAS/PRIYOMBODO
Aktivitas pekerja di proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10). Saat ini pengeboran telah mencapai jarak sekitar 120 meter menuju stasiun Senayan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Jika tak ada aral melintang, mulai Maret tahun depan, angkutan umum mass rapid transit (MRT) Jakarta mulai beroperasi. Para peritel pun serta-merta mengendus peluang bisnis yang mungkin untuk dimanfaatkan.

Salah satunya adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang siap menjadi tenant di area ritel stasiun MRT Jakarta. "Pengelola sudah memberikan kesempatan ke beberapa pengelola ritel untuk membuka gerai di stasiun-stasiun MRT " ungkap Solihin, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk kepada KONTAN, Minggu (9/12).

Sumber Alfaria yang merupakan pemilik jaringan gerai Alfamart, belum secara spesifik menyebutkan jumlah gerai dan lokasi stasiun MRT yang mereka bidik. Sebagai gambaran, MRT Jakarta melintasi 13 stasiun, mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Istimewa Indomaret dan Alfamart
Istimewa Indomaret dan Alfamart ()

Ivan Hermawan, General Manager Corporate Communications PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mengatakan, gerai Alfamart di stasiun MRT Jakarta bakal berbeda dengan gerai reguler. Jumlah produk di gerai tersebut lebih sedikit karena menyesuaikan dengan kebutuhan utama konsumen.

Harapan serupa diungkapkan manajemen PT Indomarco Prismatama, pemilik gerai Indomaret. Mereka juga berharap bisa hadir di area komersial stasiun MRT Jakarta. "Semestinya kami dapat mengisi tempat-tempat komersial tersebut," tutur Wiwiek Yusuf, Marketing Director PT Indomarco Prismatama.

Sama seperti peritel lain, area komersial di sekitar transportasi publik memang menjadi salah satu target ekspansi Indomaret. Konsep gerainya juga lebih kecil alias compact jika dibandingkan dengan gerai reguler.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, area komersial di stasiun MRT Jakarta merupakan salah satu solusi berbelanja. Selain lebih hemat waktu, konsumen bisa lebih mudah menjangkau gerai.

Hanya saja, tidak semua jenis ritel cocok mengisi area komersial di stasiun MRT Jakarta. Peritel harus menyesuaikan dengan luas area dan karakter konsumen di sana.

"Minimarket paling cocok karena konsumen yang ingin sampai kantor bisa sambil beli makanan dan minuman," ujar Roy Mandey, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Dalam catatan KONTAN, tahap pembangunan proyek MRT Jakarta sudah mencapai 97,57% hingga akhir November 2018. Dari 13 stasiun, tiga di antaranya masih dalam proses pembangunan pintu masuk. Ketiganya meliputi stasiun Bendungan Hilir, Setiabudi dan Istora. (Andy Dwijayanto)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved