Waktu dan Uang Jadi Alasan Utama Orang Indonesia Enggan Berolahraga

Saat ini banyak tren olahraga baru yang dikenal masyarakat Indonesia. Namun, ternyata tren yang berkembang tidak berbanding lurus dengan kebiasaan

Waktu dan Uang Jadi Alasan Utama Orang Indonesia Enggan Berolahraga
kompas.com
Ilustrasi olahraga pagi 8 Desember 2018 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini banyak tren olahraga baru yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, ternyata tren yang berkembang tidak berbanding lurus dengan kebiasaan masyarakat dalam melakukan aktivitas fisik dan olahraga.

Baca: Ahli Gizi: Jangan Pisahkan Kuning Telur dari Putihnya

Hal itu salah satunya diketahui dari hasil riset AIA Healthy Living Index 2018. Adapun survei Healthy Living Index 2018 melibatkan 11.000 responden berusia di atas 18 tahun dari 16 negara, termasuk Indonesia.

Head of Brand and Communication PT AIA Financial Kathryn Monika Parapak menjelaskan, dari sisi bagaimana orang Indonesia melakukan pengeluaran yang berhubungan dengan kehidupan, hanya 5 persen yang mengalokasikan dananya untuk olahraga.

Sementara 50 persennya untuk membeli makanan sehat dan 30 persen untuk biaya tes kesehatan.

Gigi Hadid Sport
Ilustrasi (Glamour UK)

"Jadi banyak masyarakat masih belum berani investasi mengeluarkan biaya untuk olahraga," kata Kathryn pada pemaparan AIA Healthy Living Index 2018 di Elite Club, Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Ia menambahkan, dua alasan utama orang-orang yang tidak rutin berolahraga adalah alasan waktu dan biaya.

90 persen orang menilai olahraga membutuhkan banyak waktu, sementara sisanya menilai olahraga membutuhkan biaya yang cukup banyak.

Baca: 100 Pantai Terbaik Dunia, Ada Berapa Pantai dari Indonesia?

Sementara lima alasan terbesar mengapa banyak orang berhenti berolahraga rutin, di antaranya karena membutuhkan banyak usaha (37 persen), lebih memilih melakukan hal lain (32 persen), tidak bisa dilakukan di rumah (32 persen), membutuhkan waktu untuk keluar rumah (31 persen), dan tidak efektif (30 persen).

Hasil survei lainnya adalah penggunaan activity tracker di masyarakat. Saat ini, kata Kathryn, baru sekitar 3 persen masyarakat Indonesia yang menggunaknnya untuk memantau kebiasaan berolahraga.

Alasan terbanyak adalah karena perangkat activity tracker yang dianggap terlalu mahal (54 persen).

Gigi Hadid Sport Olahraga
Ilustrasi (self.com)
Halaman
12
Editor: Alex Bryan Tarore
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved