Oil Spill Dispersant dari Limbah Kulit Jeruk Nipis Raih Penghargaan di Turki

Ketiga inovator yang bekerja di Pertamina MOR VII ini mencetuskan inovasi berupa pembuatan oil spill dispersant berbahan limbah jeruk nipis

Oil Spill Dispersant dari Limbah Kulit Jeruk Nipis Raih Penghargaan di Turki
istimewa
novasi anak negeri mampu unjuk gigi di luar negeri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -Kini, inovasi anak negeri mampu unjuk gigi di luar negeri, seperrti Kineker Saliring Prabowo, Ahmad Fauzi dan Iwan Setiawan, inovator-inovator muda yang membawa nama Indonesia ke ajang internasional. Hasil inovasi mereka, Natural Oil Dispersant, menyabet penghargaan Gold Medal - Inventor’s Club Georgia Special Award dan Silver Medal pada ajang Istanbul International Invention Fair (ISIF 2018) di Istanbul, Turki pada 27-29 September lalu.

Ketiga inovator yang bekerja di Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII ini mencetuskan inovasi berupa pembuatan oil spill dispersant berbahan nabati.

Baca: Upload Struk Pembelian Pertamax Series di MyPertamina Bisa Dapat Hadiah Umroh dan Mobil Mewah

Memanfaatkan limbah kulit jeruk nipis yang tersedia melimpah di kota Makassar, inovasi ini berhasil mengurangi biaya pengadaan oil spill dispersant. Tak kalah penting, karena berbahan nabati maka oil spill dispersant rumusan mereka lebih ramah lingkungan.

Natural Oil Dispersant, menyabet penghargaan Gold Medal - Inventor’s Club Georgia Special Award dan Silver Medal pada ajang Istanbul International Invention Fair (ISIF 2018) di Istanbul, Turki pada 27-29 September lalu.
Natural Oil Dispersant, menyabet penghargaan Gold Medal - Inventor’s Club Georgia Special Award dan Silver Medal pada ajang Istanbul International Invention Fair (ISIF 2018) di Istanbul, Turki pada 27-29 September lalu. (istimewa)

Tak mudah berkompetisi di ajang ISIF 2018. Tiga inovator yang bergabung dalam tim Gammara itu harus adu kreatifitas inovasi melawan 384 peserta dari 24 negara. Mereka terdiri dari 304 inovator yang terafiliasi lembaga riset universitas, dan 80 inovator yang tidak terafiliasi lembaga riset .

Baca: Pertamina Bantu Ambulans ke Warga Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa

Beruntung, tim Gammara Pertamina MOR VII tak asing dengan budaya inovasi. Di Pertamina, saban tahun memang dilaksanakan ajang kompetisi inovasi Continuous Improvement Program (CIP).

General Manager Pertamina MOR VII Werry Prayogi dalam rilisnya menjelaskan CIP merupakan kegiatan untuk memecahkan permasalahan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi di Pertamina. "CIP di Pertamina MOR VII tahun ini berhasil menciptakan 58 risalah inovasi yang memberi solusi pada kendala-kendala operasi," ujar Werry dalam Forum Presentasi CIP 2018 di Hotel Claro pada Jumat (7/12/2018).

Baca: Tim Pertamina Prema Theodore Racing Raih Finis Kelima di Formula 2

Inovasi-inovasi tersebut menghasilkan penciptaan nilai melalui pengurangan biaya maupun peningkatan revenue, sebesar total Rp 212 miliar. Dari nilai tersebut, Rp 154 miliar  merupakan penciptaan nilai yang nyata, sementara Rp  48,5 miliar  merupakan penciptaan nilai potensial.

Jumlah risalah inovasi di ajang CIP 2018 meningkat 38 persen dibanding tahun sebelumnya. CIP tahun ini mengangkat tema Synergizing Through Innovation.(erv)

Penulis: Herviansyah
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved