Stateless Lega Jadi WNI di Era Jokowi, UNHCR: 8.744 Stateless di Filipina-Sangihe

Stateless, status orang yang tak punya kewarganegaraan, di Sulawesi Utara dan Mindanao Filipina diperkirakan.

Stateless Lega Jadi WNI di Era Jokowi, UNHCR: 8.744 Stateless di Filipina-Sangihe
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Menkumham Yasonna Laoly menyerahkan dokumen WNI kepada warga stateless yang bermukim di Bitung jadi WNI pada Sabtu (1/12/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Stateless, status orang yang tak punya kewarganegaraan, di Sulawesi Utara dan Mindanao Filipina diperkirakan mencapai 8.744 orang.

Mereka tersebar di daerah perbatasan antara Nusa Utara (Indonesia) dan bagian selatan Filipina. Pemberian status Warga Negara Indonesia (WNI) kepada terhadap 277 stateless membawa angin segar bagi ribuan lainnya.

Bak sinetron dengan kisah yang rumit, namun berakhir bahagia. Begitulah kisah cinta Richard Nolasco dan Kristina Takarondakaken.

Richard adalah warga pendatang asal Filipina yang tidak memiliki dokumen kependudukan hingga berstatus stateless.

Sedang Kristina, warga asli Kota Bitung yang tinggal di pesisir pantai. Keduanya bertemu, jatuh cinta, tapi tak bisa menikah karena status kewarganegaraan Richard tak jelas. Tak ada satupun pendeta yang sudi memberkati mereka.

Dinas Catatan Sipil pun enggan mencatat pernikahan mereka. Bertahun-tahun hidup bersama, kabar baik akhirnya menjumpai keduanya jelang Desember.

Permohonan jadi WNI Richard akhirnya dikabulkan pemerintah Indonesia. Richard bersama 277 stateless lainnya memperoleh dokumen kependudukan sebagai warga negara Indonesia secara simbolis pada pembukaan Christmas Festival Sulut 2018 di area Pohon Kasih Megamas, Manado Sabtu (1/12) malam. Tak tanggung, mereka beroleh surat WNI dari MenkumHAM Yasonna Laoly.

Richard salah satu penerima SK WNI yang berkesempatan foto bersama Yasonna. "Saya sangat bahagia, ini hari terindah dalam hidup saya," kata dia kepada tribunmanado.co.id di sela acara.

Richard terlihat larut dalam bahagia. Air matanya menetes terus hingga tak sanggup meneruskan wawancara. Kristina mengatakan, Richard datang ke Bitung sembilan tahun lalu.

"Ia datang dari General Santos (Filipina) memakai perahu kecil, bertaruh nyawa demi merubah hidup, ia menjadi nelayan," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved