Indrawan Idris Usul Pengadaan Trayek Baru Jalur Manado-Lion

Usulan tersebut disampaikan setelah bus DAMRI trayek Manado-Pinolosian tidak beroperasi lagi karena sudah ada bus trayek Manado-Dumagin yang melewati.

Indrawan Idris Usul Pengadaan Trayek Baru Jalur Manado-Lion
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Bus trayek Manado-Dumagin 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Staf operasi loket bus DAMRI trayek Manado-Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) di Terminal Malalayang Indrawan Idris, mengaku, sudah beberapa kali mengusulkan pengadaan trayek baru jalur Manado-Lion.

Usulan tersebut disampaikan setelah bus DAMRI trayek Manado-Pinolosian tidak beroperasi lagi karena sudah ada bus trayek Manado-Dumagin yang melewati wilayah tersebut.

Baca: Bea Cukai Ungkap Kasus Miras Impor Ilegal, Sita 1.887 Botol Minuman Beralkohol

Baca: Jemaat GMIM Bukit Zaitun Ranomuut Gelar Ibadah Pra-Natal Sekaligus Hut Jemaat yang ke-30

"Sempat kita usulkan dari pada tidak beroperasi lebih baik dialihkan trayeknya menuju ke Desa Lion di Kecamatan Posigadan," jelas Idris, via seluler, Rabu (5/12) .

Baca: Sintesa Peninsula Hotel Manado Hadirkan Pohon Natal dari Biji-Bijian

Baca: Disperdagkop Kotamobagu Jual Bahan Pokok Makanan 60 Persen Lebih Murah di Tumobui

Kata dia, usulan tersebut bukan tidak beralasan. Karena penumpang sebagian besar turun di Desa Molibagu berpindah kendaraan lain kemudian menuju Lion karena sudah tidak sejalur.

"Kalau tidak ada ojek ada juga yang mengaku terlantar di perempatan jalan," jelasnya.

Diharapkan dapat dipertimbangkan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kemudian diadakan sehingga memudahkan penumpang yang menuju ke wilayah tersebut.

"Alangkah baiknya ada jalur baru," jelasnya.

Ditambahkan sampai saat ini jumlah angkutan untuk trayek Manado-Dumagin sampai saat ini masih stabil, belum ada penambahan atau pun pengurangan penumpang.

Biasanya kata dia, nanti tanggal 18 Desember ke atas baru terlihat adanya peningkatan jumlah penumpang yang mudik ke kampung halaman.

"Seperti biasa untuk Bolsel 15 sampai 20 orang. Sementara untuk semua jalur 70 penumpang per harinya. Kalau tahun lalu diawal bulan Desember tiap hari sampai 130-an penumpang," jelasnya.

Disisi lain kata dia, sudah ada beberapa trayek yang saat ini tidak lagi dilayani oleh bus DAMRI. Diantaranya Manado-Bentenan dan Manado-Nuangan.

"Habis kontrak dengan kementrian sebab itu jalur perintis," jelasnya.

Sementara itu Mustafa, warga Desa Lion, berharap agar permohonan petugas terminal dikabulkan. Sehingga kata dia, mereka tidak perlu susah-susah lagi berpindah kendaraan mencari angkutan umum atau konvensional lainnya.

"Kalau kemalaman jika tidak nginap di rumah saudara di Molibagu mau tidak mau harus naik ojek dengan biaya selangit karena jarak tempuh lumayan jauh," jelasnya.

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved