Jemaat Kolom 2 GMIM Eben Haezer Bumi Beringin Gelar Ibadah Menyambut Natal

Ibadah Menyambut Natal Kolom 2 Jemaat GMIM Eben Haezer Bumi Beringin, Selasa (4/12/2018). Yang menjadi khadim ialah Pendeta Eva Mononimbar Lombok

Jemaat Kolom 2 GMIM Eben Haezer Bumi Beringin Gelar Ibadah Menyambut Natal
Tribun manado / David Manewus
Ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus Kolom 2 Jemaat GMIM Eben Haezer Bumi Beringin, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Semua jemaat menyalakan lilin di hadapan penatua kolom Aswin Lumintang dan syamas Silvana Saliim Mangangantung. Lilin itu ditaruh di sebuah wadah berisi daun-daun dan pasir dengan iringan lagu "Malam Kudus".

Itulah suasana ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus Kolom 2 Jemaat GMIM Eben Haezer Bumi Beringin, Selasa (4/12/2018). Yang menjadi khadim ialah Pendeta Eva Mononimbar Lombok, Pendeta Pelayanan GMIM Eben Haezer Bumi Beringin.

Pendeta Eva mengatakan, mulai 1 Desember ada ibadah seperti ini. Untuk GMIM dimulai dari tingkat wilayah, jemaat dan seterusnya.

"Seakan-akan begitu berartinya Natal, sederhana maupun mewah tetap harus dirayakan," katanya.

Ia mengatakan dalam Firman (Yesaya 11:1-10) diceritakan soal pembuangan. Di situ ada berita pembebasan sebagai waktu yang dinantikan.

Baca: GMIM Eben Haezer Koha Gelar Ibadah Syukur HUT ke-153 Tahun

Baca: Rakor Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolresta Beber Ancaman Sejumlah Sindikat Pencurian

"Di saat seperti itu seperti pada ayat 6-10 semua sama. Tinggi-rendah, miskin dan kaya, semua sama," katanya.

Ia mengatakan, dinubuatkan bahwa keturunan Isai akan membawa pembebasan itu. Dalam Perjanjian Baru dialah Yesus Kristus.

"Kita juga wajib membawa kelepasan itu bagi yang kesusahan. Kita punya kelebihan untuk itu," katanya.

Ia mengatakan susah itu seperti susah mengampuni dan memaafkan, itu akan menjadi akar pahit.

"Juga susah maso kerja, susah bingo-bingo. Dengan susah-susah yang diciptakan diri sendiri hingga menciptakan istilah jadi susah mo lia pa ngana, susah mo bilang akang," katanya.

Ia mengatakan, dengan tema it's time to share love, kesusahan hilang, acara ini menyukacitakan

"Ada dalam kebersamaan satu persekutuan jemaat. Tidak ada lagi dendam dan selalu memelihara kebersamaan," ujarnya.

Penulis: David_Manewus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved