Ini Tanggapan Pengamat Politik Taufik Tumbelaka Mengenai Isu Sentimen Primordial di Pilpres

Isu sentimen primordial seperti agama, aliran, suku dan lainnya memang kerap masih relatif cukup kuat mewarnai politik praktis

Ini Tanggapan Pengamat Politik Taufik Tumbelaka Mengenai Isu Sentimen Primordial di Pilpres
Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Isu sentimen primordial seperti agama, aliran, suku dan lainnya memang kerap masih relatif cukup kuat mewarnai politik praktis di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Ini dikarenakan masih lemahnya pembangunan politik sehingga isue-isue sentimen primordial cukup sering dimainkan, guna mengejar popularitas dan elektabilitas guna meraih kemenangan dalam Pemilu.

Demikian diutarakan, Pengamat Politik Taufik Tumbelaka,

"Isu sentimen primordial pun kadang dimainkan dalam dinamika politik di negara maju, terutama jika terjadi ketatnya persaingan elektabilitas," katanya.

Ia mengatakan, terkait pilpres 2019 nampaknya isu sentimen primordial akan terjadi dalam upaya menaikan dukungan elektabilitas dan itu akan semakin terasa menjelang hari H pemilihan.

Masing-masing kubu akan memakai strategi dan juga figur-figur andalannya sebagai ‘vote getter’ atau pendulang suara dalam menarik dukungan dari umat Islam yang menjadi mayoritas pemilih terlebih khusus NU yang mempunyai basis massa sangat besar.

Baca: Ini Tanggapan Pengamat Politik Sulut Ferry Liando Tentang Reuni 212

Baca: Peserta Reuni 212 Meninggal, Sempat Kembali Menuju Parkiran dan Berpamitan Akan Pulang

Ia mengatakan, untuk Sulut pemakaian isu sentimen primordial akan tetap ada namun tidak sekeras seperti di Jawa dan juga Sumatera, hal ini dikarenakan polarisasi dukungan politik di Sulut didominasi warna partai politik yang cukup kental.

Terkait Reuni 212, ia mengatakan tentu ada pengaruhnya dalam Pilpres, dikarenakan konstelasi politik dalam persaingan pilpres 2019 akan membutuhkan dukungan politik dari pihak manapun terutama dengan basis massa di Jawa dan Sumatera dalam upaya meraih kemenangan.

"Ini bagian dari perebutan dukungan suara di Jawa dan Sumatera, di mana jumlah pemilihnya berpengaruh sangat signifikan terhadap elektabilitas kandidat Pilpres 2019, untuk wilayah di luar Jawa dan Sumatera tetap mendapat perhatian karena bagian dari memperkuat opini serta dukungan suara," ujarnya.

Penulis: David_Manewus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved