Bupati Minahasa Royke Roring Kirim Dokter ke Rumah Oma Mimi

Bupati Royke Roring menginstruksikan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Minahasa mengunjungi Oma Mimi

Bupati Minahasa Royke Roring Kirim Dokter ke Rumah Oma Mimi
Tribun manado / ferdinand ranti
Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Minahasa mengunjungi Oma Mimi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Komitmen Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi, dalam bertindak cepat mengatasi masalah sosial di masyarakat terus dibuktikan.

Salah satunya, ketika menerima informasi dari masyarakat melalui media sosial terkait keberadaan Wehelmina Mogot (Oma Mimi) bersama anaknya Bena, di Desa Sendangan Kecamatan Remboken.

Pada Minggu (2/12) Bupati yang populer dengan sebutan ROR ini langsung menginstruksikan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Minahasa, menindaklanjuti masalah hal tersebut.

Rombongan masuk ke rumah berukuran minimalis ini dan melihat langsung kondisi oma Mimi Mogot.

“Oma Mimi Mogot sudah dikunjungi oleh dokter dan bidan dari Puskesmas Remboken dan Kepala Dinas Sosial, serta memberikan obat-obatan yang diperlukan dan makanan,” kata Bupati ROR.

Baca: Kanonang Dua Raih Penghargaan Desa Terbaik dari Menteri Desa, Diterima Langsung Bupati Minahasa

Ia menambahkan, pihaknya pun telah menginstruksikan Dinas Sosial agar secepatnya mencari Panti Werdha yang sesuai untuk oma Mimi, yang saat ini sedang menderita kebutaan.

“Untuk Bena anak dari oma Mimi, informasi yang saya terima memang mengalami gangguan jiwa, jadi sudah saya perintahkan kepada Dinas Sosial untuk dibawa ke Rumah Sakit Ratumbuysangm Manado,” imbuhnya.

Oma Mimi sendiri bersama anaknya Bena, dikarenakan kondisi fisik yang tak lagi mendukung, selama ini hanya berharap belas kasihan tetangga dan warga sekitar. Dia tak bisa lagi mengurus dirinya sendiri juga mengurus anaknya Bena.

Kondisi Oma Mimi yang kini telah berusia 88 sungguh butuh pertolongan.

Amat miskin, sakit, dan kini buta tak berdaya. Sedangkan anaknya Bena juga sakit gangguan kejiwaan.

Masyarakat sudah berupaya mencarikan Panti Werdha terdekat, tetapi belum ada panti yang sanggup melayani orangtua yang buta, karena harus ditangani secara khusus. (fer)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved