Petani di Makalonsow Tahu Cara Mengatasi Hama Penggerek Batang Cengkih Melalui Kegiatan PKM

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sangat bermanfaat meningkatkan pengetahuan bercocok tanaman cengkih umumnya

Petani di Makalonsow Tahu Cara Mengatasi Hama Penggerek Batang Cengkih Melalui Kegiatan PKM
Ilustrasi 

Petani di Makalonsow Tahu Cara Mengatasi Hama Penggerek Batang Cengkih Melalui Kegiatan PKM

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sangat bermanfaat meningkatkan pengetahuan bercocok tanaman cengkih umumnya, dan pengendalian hama penggerek batang cengkih (Hexamithodera semivelutina) khususnya.

Kegiatan edukasi bagi petani di Kelurahan Makalonsow Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa. Dampak dari kegiatan ini adalah petani dapat mengerti, memahami dan tahu melalukan pengendalian hama H Semivelutina.

Itu merupakan hasil laporan PKM Hama Secara Terpadu penggerek Batang pada tanaman cengkih di Kelurahan Makalonsow Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara oleh Dr Ir Jusuf Manueke MP dan Dr Ir. Juliet Merry Eva Mamahit, MSi dari Jurusan Hama dan Penyakit

Manueke mengatakan, Kelurahan Makalonsow salah satu kelurahan di Kota Tondano yang termasuk pada wilayah kecamatan Tondano Timur kabupaten Minahasa. Dilihat dari potensi ekonomi penduduk, sebagian besar masyarakat memiliki mata pencaharian petani, yaitu dari jumlah penduduk Kelurahan Makalonsow 428 jiwa atau 140 KK, 228 jiwa adalah angkatan kerja.

"Dari jumlah angkatan kerja tersebut, 91,59 % atau 196 orang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Potensi unggulan masyarakat Kelurahan Makalonsow adalah di bidang pertanian dan perkebunan yaitu tanaman cenkeh 59 ha, tanaman padi sawah 64 ha dan peternakan yaitu peternakan Sapi sekitar 40 ekor," katanya

Ia mengatakan potensi tanaman cengkih di Kelurahan Makalonsow sangat besar karena sebagian besar penduduk di kelurahan Makalonsow memiliki kebun cengkih.

Baca: Purwono Tunggu Penyerahan Bangunan Pengering Cengkih Secara Resmi

Baca: Risma Mandang Prihatin Harga Kopra dan Cengkih Anjlok

Terdapat dua kelompok tani dari lima kelompok tani di kelurahan Makalonsow yang dijadikan mitra program kemitraan, yaitu Kelompok Tani Minewangun dan Kelompok Tani Merpati Putih.

"Hama dan penyakit (OPT) adalah hambatan utama kelompok tani mitra dalam usaha tani tanaman cengkih, antara lain penggerek batang, penggerek cabang dan ranting, dan hama yang menyerang akar," katanya.

Ia mengatakan, salah satu yang merusak tanaman cengkih di kelurahan Makalonsor adalah penggerek batang cengkeh Hexamithodera semivelutina Hell. Pengendalian hama yang dilakukan oleh petani sampai saat ini adalah pengendalian mekanis dan kimia.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved