Wasit Basket Asal Palu, Gelorakan Semangat untuk Bangkit Pasca-Bencana Alam

Semangat untuk bangkit dari keterpurukan akibat peristiwa bencana alam gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di Sulteng ditunjukkan Muh Ichsan

Wasit Basket Asal Palu, Gelorakan Semangat untuk Bangkit Pasca-Bencana Alam
Tribun manado / Christian Wayongkere
Muh Insan 

 Wasit Basket Asal Palu, Gelorakan Semangat untuk Bangkit Pasca-Bencana Alam

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Semangat untuk bangkit dari keterpurukan akibat peristiwa bencana alam gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ditunjukkan Muh Ichsan alias Cebong (29).

Ichsan alias Cebong warga jalan Anggur V Ps Harimau nomor 26 Kelurahan Boyaoge Palu yang berprofesi sebagai wasit Bola Basket lisensi B2 mengaku peristiwa kelam 28 September 2018 kini membuat warga Palu dan sekitarnya harus bangkit.

"Palu kuat dan Palu bangkit dari semua cobaan #palukuatpalubangkit dan #soalpalu," kata Cebong saat di wawancara tribunmanado.co.id usai memimpin pertandingan bola Basket Putra Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) V 2018 di MIS Sportplex, Kamis (29/11/2018).

Semangat dan motivasi untuk bangkit dan kuat menghadapi semua cobaan terus disuarakan masyarakat di sana untuk kembali menjalani aktivitas dan berjuang setiap harinya. Palu bangkit dan Palu kuat kini dipakai masyarakat disana sebagai motto pasca-terkena musibah bencana alam.

Baca: Popwil V 2018 Bergulir, Olly: Selamat Berlomba di Bumi Nyiur Melambai

Baca: Kontingen Sulut Target Juara Umum di Popwil V di Kota Manado

Dia bercerita sangat sulit mengembalikan kondisi daerah kami pasca-terkena musibah. Saat ini masyarakat di sana masih ada yang tinggal di rumah mereka yang terkena bencana dan di lapangan Masjid Agung

Khusus warga yang tinggal di tepi pantai, ada yang memilih kembali membangun hunian dari terpal untuk tinggal dan ada juga yang tinggal di lokasi bantuan sementara.

"Jarak hunian sementara untuk korban bencana yang berprofesi sebagai nelayan jauh dari pantai, jika terus tinggal di sana warga akan sulit mencari nafkah. Sehingga mereka memilih kembali ketempat asal," kata dia.

Hingga saat ini pasca-bencana bantuan silih berganti mengalir di sana, masih ada warga yang mau tinggal di mana karena rumahnya terdampak likuifaksi.

Kini Cebong yang diberi kepercayaan pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) untuk bertugas sebagai wasit di ajang Popwil V 2018 di MIS SportPlex. Awalnya gelaran Popwil V 2018 digelar di sana namun karena peristiwa karena bencana tidak jadi dilaksanakan.

Baca: Bencana di Palu, Sulut Jadi Tuan Rumah Popwil Basket

"Dari PP pak Rojak tanya, apakah bisa wasit? Dan saya katakan saya siap sehingga diberi kesempatan. Saat mengemban tugas menjadi wasit saya berupaya fokus dan move, tinggalkan peristiwa bencana supaya bisa pimpin pertandingan dengan baik," urainya.

Selain itu meski menjadi korban musibah bencana alam, berbekal mental yang teruji sebagai seorang wasit Cebong bisa memimpin dengan baik tidak terpengaruh dengan peristiwa bencana yang terjadi.

Cebong memimpin pertandingan bola Basket putra di Popwil V 2018, bersama dua orang wasit dari Jawa Timur dan enam wasit dari Sulut serta satu orang inspeketur pertandingan (IP) dari PP Perbasi.

"Memimpin pertandingan di Manado baru pertama kali, selama berada di sini saya suka kulinernya, bubur Manado, ikan Tuna serta Sasimi, tandasnya.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved