Kasus Ayah Bunuh Anak di Minahasa, Kasat Reskrim: Pelimpahan Berkas P21 Dalam Waktu Dekat

Kasat Reskrim Polres Minahasa, Frengky Ruru mengatakan, berkas kasus pembunuhan Daud Solambela dalam waktu dekat akan lengkap.

Kasus Ayah Bunuh Anak di Minahasa, Kasat Reskrim: Pelimpahan Berkas P21 Dalam Waktu Dekat
TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI
Daud Solambela. 

Kasus Ayah Bunuh Anak di Minahasa, Kasat Reskrim: Pelimpahan Berkas P21 Dalam Waktu Dekat

Laporan wartawan Tribun Manado, Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID , TONDANO - Penyidik Polres Minahasa memastikan babak baru terkait pengungkapan kasus pembunuhan Daud Solambela (7) yang menyeret Vence Solambela--ayah korban--sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Minahasa, Frengky Ruru mengatakan, berkas kasus pembunuhan Daud Solambela dalam waktu dekat akan lengkap. 

Penyidik segera melimpahkan berkas ke Kejaksaan jika berkas telah lengkap (P21).

Baca: TSK Pembunuh Anak di Kakas Mengaku Dianiaya Penyidik, Kasat Reskrim: Kami Siap Buktikan di Sidang

"Dalam waktu dekat akan di P21, memang ada beberapa hal bukti yang ditambahkan," kata Ruru, Rabu (28/11/2018).

Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Frengky Ruru
Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Frengky Ruru (Tribun Manado/Ferdinand Ranti)

Sementara proses untuk upaya peradilan terhadap Vence alias Capsu (45) warga Desa Sendangan, Kecamatan Kakas yang merupakan pelaku pembunuhan anak kandungnya agak sedikit tersendat.

Pasalnya, jaksa Kejari Tondano sempat  dua kali mengembalikan berkas penyidikan ke penyidik Polres Minahasa.

Kepolisian Resor Minahasa menetapkan Fence Solambela (45) sebagai tersangka pembunuhan anaknya, Daud Solambela warga Desa Sendangan, Kakas, Minahasa pada Rabu (15/8/2018).
Kepolisian Resor Minahasa menetapkan Fence Solambela (45) sebagai tersangka pembunuhan anaknya, Daud Solambela warga Desa Sendangan, Kakas, Minahasa pada Rabu (15/8/2018). (TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI)

"Masih dikembalikan lagi untuk kedua kalinya guna melengkapi berkas," kata Kepala Kejari Minahasa Rakchmat Budiman SH MKn melalui Kasi Intelejen Noprianto Sihombing SH MH.

Dijelaskannya, pengembalian berkas sebanyak dua kali itu karena ada hal - hal yang harus dilengkapi penyidik Polres Minahasa.
"Terkait materil dan formil. Tak bisa dijelaskan rinci, intinya dikembalikan lagi," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved