Jadi Kurir Ganja, Guru TK di Medan Ini Menangis di Depan Hakim

Zuraida mengaku melakukan aksi jahatnya mengirimkan ganja ke Pekanbaru, Riau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jadi Kurir Ganja, Guru TK di Medan Ini Menangis di Depan Hakim
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Zuraidah saat menjalani dakwaan di PN Medan, Selasa (27/11/2018) sore. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jadi Kurir Ganja, Guru TK di Medan Ini Menangis di Depan Hakim

Zuraida Yuridis (45) menangis tersedu-sedu dihadapan Majelis Hakim Dominggus Silaban yang mengadilinya di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (27/11/2018) sore.

Zuraida mengaku melakukan aksi jahatnya mengirimkan ganja ke Pekanbaru, Riau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Zuraida mengatakan bahwa dirinya sudah dua kali melakukan perbuatan haram ini.

Sebelumnya, Zuraida melakukannya bersama dengan seseorang berinisial M (Buron). Saat itu, aksi mereka sukses.

"Ini sudah dua kali pak Hakim. Yang pertama bersama dengan Mariana berhasil, saya diupah Rp 2 juta. Tapi yang waktu ditangkap ini saya pergi sendiri dengan upah Rp 4 juta lebih jika barang sampai ke Pekanbaru," ucapnya menangis tersedu-sedu.

Kepada Hakim Dominggus Silaban, Zuraida mengatakan bahwa dirinya saat ini berkuliah di salahsatu universitas di Lhokseumawe, Aceh yang mana saat ini dia sedang menyusun skripsi.

"Saya kuliah S1, Ambil jurusan Tharbiyah di Lhokseumawe pak. Sebelumnya pernah jadi guru TK di Lhokseumawe juga," ucapnya terbata-bata.

Wanita single parent ini mengatakan bahwa motif yang dilakukannya adalah untuk mencari pekerjaan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mendengarkan keterangannya, Hakim Dominggus merasa heran dengan tindakan yang diambil Zuraida. Dominggus menyayangkan seorang guru yang sekaligus calon sarjana ini mencari uang dengan cara haram.

Halaman
123
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved