Cina Minati Durian, Banyak Konglomerat Minyak Sawit Malaysia Banting Setir

Impor durian Cina naik hingga 15 persen pada tahun lalu, menjadi hampir 350.000 ton dengan $510 juta atau Rp 2,1 triliun

Cina Minati Durian, Banyak Konglomerat Minyak Sawit Malaysia Banting Setir
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KUALA LUMPUR - Kenaikan permintaan durian dari Cina membuat Malaysia bereaksi. Negara itu akan menjadikan durian sebagai komoditas ekspor utamanya.

Meski bau durian sering digambarkan seperti bau saluran pembuangan, nyatanya buah ini menarik investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bahkan para konglomerat dan perusahaan di bidang minyak sawit, ekspor pertanian terbesar di Malaysia, berpindah ke bisnis durian

Reuters melaporkan, pemerintah Malaysia mendorong pertanian durian skala besar, dengan memperkirakan kenaikan ekspor durian sebesar 50 persen pada 2030. 

“Industri durian sedang bertransformasi dari pertanian lokal ke global, skala besar karena banyaknya permintaan dari Cina,” kata Lim Chin Khee, konsultan industri, seperti dikutip Voice of America, Senin (26/11/2018).

Baca: Durian dan Tahu Bau Masuk dalam Koleksi Museum Makanan Menjijikkan di Swedia

“Sebelum meledak (permintaannya), perkebunan durian di Malaysia hanya akan menjadi perkebeunan rekreasi ... Sekarang menjadi ratusan hektar bahkan lebih besaar lagi,” tambah dia.

Orang Cina berani membayar mahal untuk berbagai durian “Raja Musang” Malaysia karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang pahit-manis.

Berbagai macam harga ditawarkan, yang sekarang sedang ditanam di seluruh negeri, harganya hampir mencapai empat kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Impor durian Cina naik hingga 15 persen pada tahun lalu, menjadi hampir 350.000 ton dengan $510 juta atau Rp 2,1 triliun (kurs Rp 14.481), menurut data perdagangan PBB.

Hampir 40 persen berasal dari Thailand, penghasil dan pengekspor utama dunia. 

Baca: Ini Komentar Pihak Sriwijaya Air, Terkait Viral Penumpang Tolak Terbang karena Pesawat Angkut Durian

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved