Guru dan Tujuan Pendidikan

Sejatinya, proses pendidikan harus dikelola oleh tangan-tangan terampil yang diberi ruang khusus tanpa dicampuri agenda-agenda terselubung

Guru dan Tujuan Pendidikan
ISTIMEWA

Oleh:
Heinz Pearly Wokas
Head of School Sekolah Dian Harapan Holland Village Manado

APA yang muncul di benak anda ketika mendengar kata “pendidikan”?

Ketika pertanyaan ini saya tanyakan kepada mereka yang tidak berkecimpung di dunia pendidikan, jawaban yang paling sering diberikan adalah “guru”, “sekolah” dan “murid”. Yang mengejutkan ialah ketika pertanyaan ini ditanyakan kepada para pendidik, jawaban yang diberikan tidaklah jauh berbeda.

Mungkin Anda bertanya, mengapa hal ini mengejutkan? Apakah jawaban mereka salah? Tidak sama sekali! Karena sejatinya jawaban dari pertanyaan tersebut bukanlah persoalan benar dan salah.
Lantas, apa yang menjadi persoalan?

Saya sebagai seorang pendidik berharap jawaban yang diberikan oleh mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan lebih menyentuh inti dari kata pendidikan itu sendiri. Untuk mereka yang pernah belajar filsafat pendidikan, tentulah jawaban yang seharusnya diberikan adalah natur dari kata pendidikan itu sendiri.

Menarik untuk melihat kembali arti kata pendidikan dari akar katanya. Kata pendidikan (education) dalam bahasa Latin ialah educare. Kata ini terdiri dari dua bagian yaitu “e” yang artinya keluar dan “ducare” yang berarti memimpin. Karena itu pendidikan (education) sejatinya diartikan memimpin keluar (to lead forth).

Dari penjelasan singkat ini, seharusnya sekarang kita langsung mendapatkan gambaran yang semakin kuat tentang makna pendidikan itu sendiri. Ketika makna kata ini menyentuh hati setiap pendidik, seharusnya definisi tersebut memberikan basis yang jelas kepada setiap pendidik akan fungsinya.

Namun, sampai di sini pastilah muncul satu pertanyaan baru. Jika pendidikan berbicara mengenai arah, bagaimana kita mendefinisikan arah yang benar? Jika definisi arah yang benar dikembalikan kepada tiap pendidik, bagaimana kita yakin bahwa arah tersebut benar? Bukankah akan ada beribu-ribu bahkan berjuta-juta arah yang akan ditunjukkan?

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, tentunya kita dituntun dengan satu tujuan yang diatur dalam perundang-undangan mengenai arah dan kebijakan dalam dunia pendidikan.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Kita yang membaca tujuan tersebut pastilah tergetar dengan arah pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah. Bagaimana tidak? Kita yang berkecimpung di dunia pendidikan pastilah mengerti bahwa tujuan ini mencakup setiap area pengembangan yang kita usahakan dalam diri peserta didik kita.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved