Kaum Muda Dituntut untuk Berinovasi Dalam Era Disrupsi Teknologi

Akan ada banyak kondisi yang dihadapi di masa depan untuk anak-anak muda di tahun 2045 nanti. Harus bisa antisipasi dan terus berinovasi.

Kaum Muda Dituntut untuk Berinovasi Dalam Era Disrupsi Teknologi
kompas.com
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam acara Distrupto 2018 di Plaza Indonesia Jakarta, Jumat (23/11/2018 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, untuk menghadapi era ini, kaum muda dituntut untuk terus berinovasi karena era disrupsi teknologi yang menyasar berbagai lini tak bisa dianggap sebelah mata. 

“Akan ada banyak kondisi yang dihadapi di masa depan untuk anak-anak muda di tahun 2045 nanti. Harus bisa antisipasi dan terus berinovasi. Inovate or die!,” jelas Moeldoko dalam gelaran Distrupto 2018 di Plaza Indonesia Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Selain itu, Moeldoko juga memberberkan fenomen global yang menjadi tantangan untuk dihadapi generasi muda.

Baca: Tampilan Pengguna Profil Instagram Sedang Dalam Tahap Uji Coba

“Ada 5 fenomena global yakni dunia berubah (change), dan perubahannya sangat cepat (speed). Banyak resiko (Risk), ditambah permasalahan yang kompleks (Complexity). Terakhir, selalu ada kejutan (Surprise),” jelas dia.

Oleh karenanya, dia menjelaskan, selama 4 tahun terakhir pemerintah yang tadinya fokus untuk pembangunan infrastruktur, di tahun 2019 nanti akan menitik beratkan juga terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Kira-kita satu sisi semua infrastruktur telah dibangun, regulasi akan kepastian dan kemudahan sehingga investor akan masuk. Sendangkan ketika masuk, Indonesia juga harus menyiapkan tenaga-tenaga yang punya keahlian,” imbuh Moeldoko.

Baca: Aoshima, Pulau di Jepang yang Miliki Populasi Kucing Lebih Banyak dari Manusia

Dengan begitu, ketika banyak lapangan kerja tersedia nanti harapannya akan banyak pekerja dari Tanah Air yang siap dengan keahlian yang dibutuhkan.

“Maka kita berharap semua tenaga kerja yang terserap itu dari kita (Tanah Air),” jelas dia.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO WIR Group Daniel Surya mengatakan, walaupun terjadi disrupsi, inovasi terkait teknologi dapat turut serta membangun perekonomian Indonesia.

“Ketika 4 sisi saling bekerja sama yakni sisi pemerintah, start up, pelaku ekonomi dan tak lupa hati nurani sebagai manusia maka akan terjadi disrupsi baik untuk membuat tranformasi di era ini,” ujar Daniel dalam kesempatan yang sama.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disrupsi Teknologi, 'Inovate or Die'"

Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved