Soal Tudingan PKI, Ini Curhatan Jokowi kepada Para Ulama

Presiden Joko Widodo mengklarifikasi tuduhan bahwa dirinya adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada para kiai dan ulama

Soal Tudingan PKI, Ini Curhatan Jokowi kepada Para Ulama
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Joko Widodo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo mengklarifikasi tuduhan bahwa dirinya adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada para kiai dan ulama asal Kota/ Kabupaten Bogor serta Kota Depok.

Namun, klarifikasinya itu dibumbui kelakar yang membuat para kiai dan ulama tertawa lepas.

Baca: Tes Kepribadian: Bentuk Wajah Ternyata Bisa Ungkap Kepribadian Asli Seseorang

Bertempat di Masjid Baitusallam, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (21/11/2018), awalnya Jokowi menjelaskan bahwa tudingan ia adalah anggota PKI itu hanya fitnah belaka.

"PKI dibubarkan tahun 1955/1966, saya lahirnya tahun 1961. Umur saya berarti saat itu masih 4 tahun. Apa ada aktivis balita?" kata Jokowi.

Baca: Tes Kepribadian: Bentuk Wajah Ternyata Bisa Ungkap Kepribadian Asli Seseorang

Kiai dan ulama yang hadir tampak mengangguk-anggukkan kepala.

Baca: Prabowo Sebut Air Laut Sampai Bundaran HI 2025, Ini Kata Anies Baswedan

Bahkan, tidak hanya dirinya yang dituding PKI, orangtua dan kakek-nenek Jokowi juga tak luput dari tudingan demikian.

Menurut Jokowi, saat ini zaman keterbukaan. Tak ada yang bisa ditutup-tutupi. Apabila ia memiliki sejarah latar belakang keluarga yang merupakan anggota PKI, pasti akan diketahui dengan sangat mudah.

"Di Solo NU banyak, Muhammadiyah ada, Persis ada, LDII juga ada, FPI juga ada. Ya tanyakan saja di sana, keluarga saya bagaimana. Saya Muslim, keluarga saya Muslim," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian berkelakar, "silahkan tabayyun, tapi bayar sendiri-sendiri."

Baca: Bandingkan Irwan Mussry dengan David Beckham, Maia Estianty Akui Suaminya yang Paling Top Markotop

Sontak ulama beserta kiai yang hadir melepaskan tawanya.

Jokowi melanjutkan, dirinya memang bukan siapa-siapa. Bukan dari golongan kaya raya, bukan juga dari keluarga pengusaha besar, bukan pula dari keluarga yang memiliki sejarah sebagai elite politik.

Baca: Tes Kepribadian: Cara Kamu Pegang Pulpen Ternyata Bisa Ungkap Karaktermu

"Saya ini hanya orang kampung. Makanya saya dibegitukan, ya biasa saja. Sabar-sabar saja. Ya sabar ya Allah. Tapi saya jawab begini boleh juga kan? Empat tahun saya diam saja," lanjut dia. 

Dalam acara silaturahim itu sendiri, ada sekitar 50 kiai dan ulama yang hadir. Adapun, Presiden Jokowi sendiri didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved