Soal Ternak Liar Camat Bolaang Uki Hanya Mampu Mengimbau, Kasatpol PP Sebut Seperti Lingkaran Setan

Ternak dilepas liar di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bosel), Sulawesi Utara, saat ini, Rabu (21/11/2018), mudah dijumpai di tempat umum

Soal Ternak Liar Camat Bolaang Uki Hanya Mampu Mengimbau, Kasatpol PP Sebut Seperti Lingkaran Setan
TRIBUN MANADO/FELIX TENDEKEN
Ternak dilepas liar di Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Ternak dilepas liar di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bosel), Sulawesi Utara, saat ini, Rabu (21/11/2018), mudah dijumpai di tempat umum.

Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru sudah berulang kali mengingatkan masyarakatnya untuk mengandangkan ternaknya.

Seperti yang dikeluhkan oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Bolaang Uki Prabowo Asmongin, Rabu (21/11/2018), bahwa pihaknya hanya mampu memberikan imbauan karena tidak ada hak untuk menindaki.

"Karena penindakan itu ada pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena mereka penegak Peraturan Daerah (Perda) ternak liar," jelasnya.

Kata dia, sering sekali menerima keluhan dari para Sangadi terkait upaya penindakan ternak yang dibiarkan liar.

"Setahu saya mereka (Satpol PP) sudah menyediakan kandang tapi sampai saat ini belum juga ada eksekusi. Mereka eksekutornya," jelasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Muhammad Mohammad mengatakan ini karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan hukum.

"Ini seperti lingkaran setan, ditangkap ditertibkan dilepas lagi," jelasnya.

Kata dia, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan lebih selain memberikan teguran dan sanksi berupa membuat kesepakatan bersama.

Tidak mungkin kata dia jika ternak tersebut ditangkap kemudian dijual, ditebak, atau di buang untuk memberikan efek jerah.

"Tidak bisa sembelih karena akan bermasalah hukum bisa narapidana," jelasnya.

Menurut Moha sapaan akrabnya, telah bekerja sama dengan sangadi-sangadi di 81 desa di tujuh kecamatan, sehabis ditangkap ternak pemilik dipanggil kemudian dibuat perjanjian untuk tidak melepas lagi.

"Mungkin hanya berlaku dua tiga bulan setelah itu dilepas lagi," jelasnya.

(Tribun Manado/Felix Tendeken)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved