Proyek Kereta Cepat dan LRT Dihentikan Sementara: Bikin Macet Tol Jakarta Cikampek

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sangat prihatin dengan kemacetan parah yang hari-hari ini

Proyek Kereta Cepat dan LRT Dihentikan Sementara: Bikin Macet Tol Jakarta Cikampek
Hilda B Alexander/Kompas.com
Progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan Tahap 1 Cibubur-Cawang sudah sampai pada pemancangan pilar-pilar, Selasa (22/12/2015). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sangat prihatin dengan kemacetan parah yang hari-hari ini terjadi di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.

Perjalanan Jakarta ke Bandung atau sebaliknya, yang biasanya maksimal 2 sampai 3 jam, kini menjadi dua kali lipat lamanya.

Karena itu, Budi Karya Sumadi mengambil langkah tegas menghentikan sementara dua proyek infrastruktur berskala besar yang selama ini ikut berkontribusi membuat macet di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Yakni, proyek Light Rail Transit (LRT) dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KICC).

Berbicara kepada media usai melakukan rapat mendadak denngan sejumlah stake holder seperti Jasa Marga, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Dinas Perhubungan, Kepolisian dan Asosiasi Pengusaha Truk (Aptrindo), Selasa (20/11) Budi Karya Sumadi menyatakan, penghentian sementara pengerjaan proyek LRT dan KICC dilakukan setidaknya dalam tiga sampai empat bulan ke depan.

Bahkan, bila perlu, hingga menjelang Lebaran 2019 yang akan jatuh di awal Juni tahun depan. Langkah itu menurut Budi Karya Sumadi, untuk memberi prioritas pada upaya penyelesaian proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

"Untuk proyek kereta cepat, 3 sampai 4 bulan ndak usah dijalankan dulu proyeknya. Kalau LRT kan juga baru akan selesai tahun depan. Makanya yang kita prioritaskan hanya tol elevated dulu," ujar Budi Karya Sumadi.

"Jadi kita pastikan KCIC dan LRT tidak boleh kerja sampai Lebaran tahun depan. Kalau Jasa Marga minta prioritas pekerjaan, kita minta kepada Jasa Marga agar mengajukan propposal secerdas-cerdasnya agar tak mengganggu lalu lintas (di ruas tol Cikampek)," tegas Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Desy Arryani mengatakan, pengerjaan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) sangat vital untuk mengurai kemacetan dan kepadatan volume kendaraan di ruas tol Jakarta-Cikampek dalam jangka panjang.

Karena itu, pihaknya butuh prioritas penyelesaian segera.
Desy menyebutkan, pengerjaan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) hingga pekan ini sudah mencapai 57 persen.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved