BIN Sebut 50 Penceramah di Masjid Sebarkan Hate Speech: PKS Sebut BIN hanya Membuat Gaduh

Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan ada 50 penceramah di masjid lingkungan pemerintah yang menyebarkan

BIN Sebut 50 Penceramah di Masjid Sebarkan Hate Speech: PKS Sebut BIN hanya Membuat Gaduh
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan dalam Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia di Jakarta, Kamis (13/7/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan ada 50 penceramah di masjid lingkungan pemerintah yang menyebarkan konten kebencian.

Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan konten cemarah yang disampaikan 50 penceramah tersebut bermuatan ujaran kebencian, mengkafir-kafirkan orang lain.

"Kita dorong ini lebih sejuk, kami semua berkoordinasi BIN dan kementerian/lembaga lain," ujar Wawan.
Wawan tidak menyebut secara jelas apakah penceramah tersebut terafiliasi dengan kelompok berajaran radikal tertentu atau tidak, namun yang pasti BIN terus melakukan pendalaman.

"Yang jelas ada penceramah seperti itu dan sudah kita dalami dan kita lakukan pendekatan-pendekatan supaya enggak lebih (jauh) lagi," papar Wawan.

Sebanyak 50 penceramah tersebut sudah terjadwal mengisi cemarah di 41 masjid lingkungan pemerintah di Jakarta, dimana berdasarkan survei Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) NU, 41 masjid tersebut terpapar paham radikal. "Sebenarnya ceramah bebas (tidak dibatasi materinya), tapi kita ada koridor enggak boleh intoleransi," ucapnya.

"Masjidnya tidak radikal, jadi penceramahnya, dan masjid di lingkungan pemerintah semua di Jakarta," tambah Wawan.

Menurutnya, masjid yang berada di kementerian/lembaga maupun BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah agama tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan.

"Upaya BIN untuk memberikan early warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan," tuturnya.

Selain itu, BIN juga melakukan pemberdayaan Da'i atau penceramah untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukkan dan mengkonter paham radikal di masyarakat.

Kategori radikalisme tersebut, lanjut dia, dilihat dari konten yang dibawakan penceramah di masjid tersebut. Ia menuturkan, terdapat sekitar 50 penceramah dengan konten yang menjurus radikalisme.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved