Direktur Jenderal PAUD: Model Pengembangan PAUD dan Dikmas Belum Dapat Divalidasi

Tertundanya model untuk diterapkan di masyarakat, menurut Harris, pada akhirnya membuat model itu berpeluang untuk tidak bisa diterapkan.

Direktur Jenderal PAUD: Model Pengembangan PAUD dan Dikmas Belum Dapat Divalidasi
ISTIMEWA
Pawai anak PAUD Tingkat Kabupaten Tahun 2018, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, Kamis (09/08/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Proses pengembangan model tidak sesuai dengan kaidah pengembangan model.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan (Pendidikan Masyarakat) Dikmas, Harris Iskandar menilai model-model pengembangan PAUD dan Dikmas yang dikembangkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan masalah yang ada di wilayahnya.

“Dua hal ini membuat banyak model pengembangan PAUD dan Dikmas belum dapat divalidasi yang akhirnya belum bisa diterapkan di masyarakat,” demikian dikatakan Harris seperti dikutip dari Sahabat Keluarga Kemendikbud.

Menjawab kebutuhan masyarakat
Tertundanya model untuk diterapkan di masyarakat, menurut Harris, pada akhirnya membuat model itu berpeluang untuk tidak bisa diterapkan.

Baca: Siapkan Album Baru, Payung Teduh Sudah Sediakan 5 Lagu

Hal itu mengingat, bahwa model itu setiap saat harus direvisi dan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan dan keinginan masyarakat yang selalu ingin lebih baik, lebih cepat dam lebih mudah.

“Keinginan masyarakat itukan sangat beragam dan mudah berubah dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan perubahan gaya hidup, perubahan kebutuhan dan timbulnya masalah baru yang salah satunya disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,“ jelas Harris.

Untuk menjawab permasalahan itu, Harris mendorong para pamong sebagai pengembang model untuk tertib mengikuti-kaidah pengembangan model, mulai dari identifikasi permasalahan di masyarakat, analisa kondisi, dan studi literatur.

Kreatif dan inovatif kembangkam konsep

“Setelah itu lakukan penyusunan konsep model yang direview para pakar dan akademisi, direvisi, lakukan ujicoba, evaluasi yang bila itu semua dilakukan dengan tertib akan mudah divalidasi, dibakukan, diterapkan dan terakhir direplikasi, “lanjutnya.

Baca: 5 Tahun Derita Pilek, Pria Ini Ternyata Idap Penyakit Mematikan

Harris juga menantang para pamong untuk mempunyai keberanian mengembangkan model yang kreatif dan inovatif dan berani mengambil resiko. “Modal utama untuk berhasil dalam semua hal adalah keberanian mengambil resiko dan menantang status quo," katanya.

Saat mengamati kebutuhan dan masalah yang ada di masyarakat, Harris menilai, pengembang model perlu mempelajarai keterampilan mengajukan pertanyaan, mengamati kondisi yang ada, memperluas jejaring komunikasi untuk lebih mendalami informasi yang didapat serta melakukan percobaan.

“Satu lagi, yakni keterampilan mengasosiasi, yakni menghubungan berbagai gagasan, menghubungan antara apa yang dilihat dan didengar," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PAUD Diharapkan Mampu Jawab Kebutuhan Masyarakat", 

Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved