Pemerintah Irak Bantah Jadi Mediator Perdamaian Arab Saudi dan Iran

Pemerintah Irak membantah laporan yang mengklaim pihaknya telah menjadi mediator atau perantara antara Arab Saudi dengan rivalnya, Iran

Pemerintah Irak Bantah Jadi Mediator Perdamaian Arab Saudi dan Iran
(AFP / IRAQI PRESIDENCY MEDIA OFFICE via Kompas.com)
Presiden Irak Barham Saleh (kiri) saat bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz (kanan) di Riyadh, Minggu (18/11/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BAGHDAD - Pemerintah Irak membantah laporan yang mengklaim pihaknya telah menjadi mediator atau perantara antara Arab Saudi dengan rivalnya, Iran.

Kantor kepresidenan Irak, melalui situs resminya, Senin (19/11/2018), tegas menolak dan mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut Iran ingin negosiasi kepada Arab Saudi dan Presiden Irak Barham Saleh menawarkan sebagai penengah serta pengantar pesan Teheran ke Riyadh.

"Kepresidenan Irak membantah berita itu, serta menekankan perlunya mengambil informasi yang akurat dari sumber yang terpercaya," tulis pernyataan kantor kepresidenan Irak dilansir Al Arabiya.

"Terkait dengan tur Presiden Barham akhir-akhir ini, kami menegaskan kembali apa yang dikatakan presiden dalam semua pertemuannya bahwa Irak tidak memainkan peran mediator melainkan berupaya menyelamatkan Irak dari dampak konflik di wilayah tersebut," lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu (18/11/2018), Presiden Barham Saleh berkunjung ke Riyadh dan mendapat sambutan hangat dari Raja Salman bin Abdulaziz.

Baca: 200 Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Irak

Baca: 18 Warga Arab Saudi Ini Dilarang Masuk Wilayah Jerman, Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi

Sebelum tiba di Arab Saudi, Presiden Saleh sempat menjalani tur ke beberapa negara di wilayah itu, mulai dari Yordania, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Iran.

Dalam kunjungannya ke Iran, pada Sabtu (17/11/2018), Presiden Saleh bahkan bertemu dengan Presiden Hasan Rouhani guna membahas peningkatan perdagangan bilateral.

Sementara dengan Riyadh, hubungan Baghdad dengan negara penghasil minyak bumi itu sempat mengalami ketegangan selama bertahun-tahun dan kedua negara saat ini tengah berupaya memperbaiki hubungan.

Irak berusaha untuk mendapat keuntungan ekonomi dari kedekatan hubungan dengan kerajaan kaya itu,guna membangun kembali negara usai mengalahkan kelompok ISIS.

Sementara Saudi terus mengembangkan hubungan dengan Irak untuk mengimbangi pengaruh Iran di Irak.

Tapi Iran memiliki pengaruh kuat di Irak sejak jatuhnya Saddam pada 2003, dan merupakan mitra kunci untuk menekan ISIS.

Artikel di tribunmanado.co.id ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Irak Bantah Jadi Mediator Perdamaian Arab Saudi dan Iran"

Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved