Bukan Kesuburan, Hujan Justru Membawa Kematian di Gurun Ini

Hujan biasanya dianggap sebagai berkah karena memberi kehidupan secara universal. Tapi ternyata, hal tersebut tidak berlaku di gurun Atacama, Chile.

Bukan Kesuburan, Hujan Justru Membawa Kematian di Gurun Ini
kinja-img.com
Bukan Kesuburan, Hujan Justru Membawa Kematian di Gurun Ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hujan biasanya dianggap sebagai berkah karena memberi kehidupan secara universal. Tapi ternyata, hal tersebut tidak berlaku di gurun Atacama, Chile.

Bahkan, di tengah gurun paling kering dan tandus itu, terjadi fenomena anomali. Hujan justru membawa kematian bukannya kesuburan.

Wilayah pusat gurun Atacama itu diperkirakan berada dalam kondisi sangat gersang selama 15 jut tahun terakhir. Menurut catatan, dalam 500 tahun terakhir, tidak ada curah hujan signifikan di wilayah itu.

Namun, hal ini berubah secara tiba-tiba beberapa tahun lalu. Saat itu, terjadi hujan yang sangat langka pada Maret dan Agustus 2015 serta berulang pada Juni 2017 lalu.

Sayangnya, hujan-hujan tersebut malah menjadi bencana bagi ekosistem di gurun tersebut. Ini mirip peribahasa "Kemarau setahun dihapus hujan sehari".

Gurun Atacama Chile
Gurun Atacama Chile (petapixel.com)

Bentuk-bentuk kehidupan yang telah berevolusi untuk bertahan di tempat gersang itu tidak bisa mengatasi perubahan mendadak tersebut. Perubahan mendadak itu membawa mereka (kehidupan di Atacama) pada gerbang kematian.

"Ketika hujan datang ke Atacama, kami berharap untuk melihat kesuburan yang besar dan berseminya kehidupan di sana," ungkap Alberto Fairen, ahli astrobiologi dari Cornell University dikutip dari Science Alert, Kamis (15/11/2018).

"(Peristiwa yang terjadi justru) sebaliknya, kami belajar kontrasnya, karena kami menemukan bahwa hujan di pusat paling gersang di Gurun Atacama menyebabkan kepunahan besar-besaran sebagian besar spesies mikroba pribumi di sana," imbuhnya.

Untuk diketahui, contoh tanah Atacama yang diambil di area bernama Yungay sebelum hujan mengguyur menunjukkan adanya 16 jenis spesies mikroba berbeda.

Namun, setelah peristiwa hujan aneh terjadi, beberapa wilayah gurun meninggalkan genangan air. Sampel tanah yang diambil setelah hujan menunjuukan populasi mikroba di Yungay mengalami kepunahan massal.

Halaman
12
Editor: Alex Bryan Tarore
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved