Tambang Tua Bisa Diubah Jadi Hutan Penghisap Karbon untuk Atasi Pemanasan Global

Alam menyediakan beberapa cara terbaik untuk menyerapkarbon dioksida, yang menyebabkan pemanasan bumi dari atmosfer.

Tambang Tua Bisa Diubah Jadi Hutan Penghisap Karbon untuk Atasi Pemanasan Global
kompas.com
Jembatan Capilano Suspension dibangun setinggi 230 dari dasar Sungai Capilano yang berkelok-kelok. Sementera panjang jembatan ini membentang 450 kaki membelah hutan cemara di Canadian Rockies. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alam menyediakan beberapa cara terbaik untuk menyerapkarbon dioksida, yang menyebabkan pemanasan bumi dari atmosfer. Salah satu caranya adalah memulihkan hutan.

Laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim menyatakan, dibutuhkan langkah-langkah dramatis untuk menghindari tingkat pemanasan global yang berpotensi bencana.

Di West Virginia, ada deretan tambang batubara yang mencemari bumi. Kini, para pakar sedang berusaha memulihkan lokasi itu menjadi hutan yang dulu menutupi kawasan pegunungan Appalachian di Amerika.

Jauh di dalam Hutan Nasional Monongahela di West Virginia terdapat hutan perawan yang langka.

Baca: Ambisi Nikon untuk Ungguli Sony dan Canon di Pasar Kamera Full Frame

"Tinggal di pantai timur Amerika, hanya sedikit tempat yang belum dijamah manusia," ujar Shane Jones, seorang pakar biologi dari Dinas Kehutanan Amerika.

Itu kabar yang baik karena hutan cemara merah seperti itu sangat bagus untuk menyerap karbon dioksida, penyebab memanasnya suhu bumi dari atmosfer dan menguncinya di dalam tanah.

"Lihat semua bahan organik ini? Warnanya hitam karena kadar karbon yang dikandungnya sangat tinggi," lanjutnya.

Baca: Agensi Mengundurkan Jadwal Konser Mamamoo Sesuai Voting Fans

Sudah 90 persen hutan cemara merah hilang dari Pegunungan Appalachia akibat penebangan dan penambangan batu bara.

Pembakaran batu bara untuk energi semakin menumpuk karbon dioksida di atmosfer. Kala suhu bumi semakin panas, kebutuhan kita agar hutan mengenyahkan CO2 semakin mendesak.

Chris Barton dari University of Kentucky mengatakan hutan tropis mendapat perhatian paling besar.

Halaman
12
Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved